Selasa, 08 JULI 2025 • 16:05 WIB

Bank Indonesia Edarkan Rp10,4 Miliar di Enam Lokasi 3T

Author

BI telah melakukan 127 ekspedisi kas keliling ke 655 pulau. Tahun ini, ERB ditargetkan menjangkau 90 pulau di 18 provinsi. (Dok. Bank Indonesia, Papua Barat)

PAPUA-Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut resmi melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 dari Kota Sorong, Selasa (8/7/2025), untuk melaksanakan layanan kas keliling dan edukasi keuangan di enam wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Sebanyak Rp10,4 miliar uang tunai dibawa dalam ekspedisi tersebut, yang akan berlangsung hingga 15 Juli 2025. Kegiatan ini menggunakan KRI Tatihu–853 milik TNI AL sebagai sarana transportasi laut, menjangkau titik-titik strategis seperti Kaimana, Pulau Namatota, Pulau Arguni, Pulau Yellu, Pulau Paam, dan Pulau Mansuar.

Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Setian, mengatakan ERB merupakan bentuk nyata komitmen BI dalam menjaga kualitas uang Rupiah yang beredar di seluruh penjuru negeri, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.

"Ini bukan sekadar pelayanan kas, tapi juga edukasi mengenai pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Sinergi dengan TNI AL menjadi bagian dari strategi bela negara dari sisi ekonomi," ujar Setian dalam sambutannya.

Tim ekspedisi berasal dari berbagai kantor perwakilan BI, antara lain Papua, Jawa Barat, Gorontalo, Purwokerto, dan Malang. Selain menyalurkan uang layak edar, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara merawat uang dan mengenali keaslian Rupiah.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengapresiasi langkah BI dan TNI AL. Ia menilai distribusi uang ke wilayah 3T tidak sekadar urusan logistik, tetapi juga bentuk penguatan kedaulatan ekonomi negara.

"Dengan lebih dari 3.000 pulau di wilayah Papua Barat Daya, kehadiran Rupiah yang layak edar sangat penting bagi kelancaran transaksi dan kehidupan ekonomi masyarakat," ungkap Elisa.

Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI, Faris Budiawan, menambahkan bahwa ERB adalah bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan identitas dan simbol kedaulatan bangsa. Dengan ekspedisi ini, kita tunjukkan bahwa menjaga keberadaan Rupiah di seluruh pelosok Indonesia adalah bentuk bela negara tanpa senjata," jelasnya.

Dukungan penuh juga disampaikan Panglima Komando Armada III, Laksamana Muda TNI Hersan, melalui Kepala Staf Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Singgih Sugiarto.

Ia menekankan pentingnya sinergi strategis antara TNI AL dan BI dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan pertahanan nasional.

"Geografi Indonesia menuntut peran aktif TNI AL dalam mendukung distribusi Rupiah. KRI Tatihu–853 menjadi salah satu ujung tombak yang kami andalkan untuk menjangkau wilayah 3T," ungkapnya.

Ekspedisi ini akan menempuh pelayaran sejauh 1.087 mil laut, dengan rute Sorong–Kaimana–Pulau Namatota–Pulau Arguni–Pulau Yellu–Pulau Mansuar–Pulau Raam.

Sejak 2012 hingga 2024, BI telah melakukan 127 ekspedisi kas keliling ke 655 pulau. Tahun ini, ERB ditargetkan menjangkau 90 pulau di 18 provinsi, dan pelaksanaan di Papua Barat dan Papua Barat Daya menjadi ekspedisi ke-9 di tahun 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU