Tragedi di Jalan Gunung Yahukimo: Pekerja Gereja Jadi Korban Kekerasan, Aparat Perkuat Operasi Keamanan
Papua - Suasana duka menyelimuti Kabupaten Yahukimo setelah seorang tukang bangunan gereja bernama Baharudin ditemukan tewas dengan luka bacok di kawasan Jalan Gunung, Sabtu (22/11/2025). Insiden ini kembali menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Papua Pegunungan.
Korban yang sehari-hari bekerja di Gereja GIDI Motulen ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 14.04 WIT. Saat ditemukan, ia hanya mengenakan celana panjang berwarna biru tanpa baju, dalam kondisi mengenaskan dengan luka sayatan cukup dalam di bagian leher kiri.
Temuan mayat tersebut dilaporkan oleh warga yang kebetulan melintas dan melihat tubuh korban tergeletak di semak-semak. Laporan cepat dari warga membuat aparat segera mengerahkan tim ke lokasi untuk memastikan keadaan dan melakukan tindakan darurat.
Baca juga: Upaya Nyata Hadirkan Listrik 24 Jam di Beoga: Jemi Patabang Bersama PLN Lakukan Survei Lapangan
Petugas kepolisian menduga bahwa penyerangan ini dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata yang selama ini diketahui aktif bergerak di wilayah Yahukimo. Dugaan tersebut menguat setelah aparat menemukan sejumlah barang bukti tidak jauh dari lokasi kejadian.
Tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz bersama personel Polres Yahukimo langsung turun ke tempat kejadian perkara. Mengingat wilayah itu masuk kategori rawan gangguan keamanan, proses identifikasi dan evakuasi dilakukan dengan pengamanan yang diperketat.
Sejumlah barang bukti berupa kampak dan busur panah ditemukan berserakan di sekitar lokasi, dan kini telah diamankan oleh penyidik. Temuan itu menjadi salah satu petunjuk awal untuk menelusuri modus dan kemungkinan pihak yang terlibat dalam aksi penyerangan.
Jenazah korban segera dibawa ke RSUD Dekai untuk proses identifikasi lanjutan serta pemeriksaan medis. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan detail luka yang dialami korban dan membantu aparat menyusun rangkaian peristiwa sebelum pembunuhan terjadi.
Dari sisi penyelidikan, keterangan saksi menjadi fokus utama aparat. Beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi diperiksa untuk mengetahui siapa saja yang terakhir terlihat bersama korban atau berada di sekitar kawasan pada waktu kejadian.
Baca juga: DPRD Mimika Ingatkan Risiko SILPA Membesar Akibat Serapan Anggaran yang Masih Rendah
Sementara itu, tim keamanan masih melakukan penyisiran di beberapa titik yang diduga menjadi tempat pergerakan kelompok bersenjata. Aparat menegaskan bahwa operasi ini bagian dari upaya menciptakan rasa aman bagi warga yang beraktivitas di daerah tersebut.
Peristiwa tragis ini kembali menegaskan tantangan besar yang dihadapi masyarakat sipil di Papua Pegunungan, khususnya bagi pekerja yang menjalankan tugas kemanusiaan atau pelayanan publik. Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan dapat segera menemukan pelaku serta memperkuat langkah pengamanan di wilayah yang rentan konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: