Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 07:00 WIB

Gubernur Fakhiri Tegaskan Ikan sebagai Fondasi Ketahanan Pangan Papua Menuju Generasi Emas 2045

Author

Gubernur Papua bersama Tim Penggerak PKK saat meninjau produk olahan ikan pada peringatan Hari Ikan Nasional. (Ist)

PAPUA - Peringatan Hari Ikan Nasional (HARKANAS) ke-12 di halaman Kantor Gubernur Papua, Selasa (25/11/2025), menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Papua untuk menegaskan kembali posisi ikan sebagai fondasi utama ketahanan pangan daerah. Dalam kesempatan itu, Gubernur Matius D. Fakhiri menyampaikan bahwa ikan tidak boleh lagi dipandang sekadar komoditas, melainkan kebutuhan strategis untuk mencetak generasi emas 2045.

Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa HARKANAS menjadi ajang bagi semua daerah, termasuk Papua, untuk mengingatkan kembali pentingnya ikan dalam mendukung kesehatan masyarakat. Ia menilai bahwa ikan memiliki kandungan gizi tinggi seperti omega-3, DHA, EPA, vitamin, dan mineral yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak serta peningkatan kecerdasan.

Baca juga: Satgas Yonif 732/Banau Hidupkan Semangat Belajar Anak-Anak Wangbe Lewat Metode Bermain-Edukasi di Perbatasan Papua

Dalam sambutannya, Fakhiri menyampaikan bahwa pemenuhan gizi melalui konsumsi ikan harus menjadi gerakan bersama lintas sektor. Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan merupakan langkah strategis yang selaras dengan visi “Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis,” yang diwujudkan melalui tiga misi besar: Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.

Ia menambahkan bahwa gerakan makan ikan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting, terutama di wilayah-wilayah yang masih menghadapi tantangan pemenuhan gizi. Dengan akses ikan yang melimpah, Papua disebut memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Gubernur Fakhiri juga menyampaikan kebanggaannya atas tingginya angka konsumsi ikan masyarakat Papua yang mencapai 75,78 kilogram per kapita per tahun. Capaian ini jauh di atas rata-rata nasional dan menjadi modal besar dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

Lebih lanjut, Fakhiri menekankan empat langkah strategis yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pertama, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat gizi ikan. Kedua, memperkuat kesehatan keluarga melalui akses pangan bergizi. Ketiga, memberikan dukungan kepada UMKM, nelayan, serta Unit Pengolahan Ikan. Keempat, membangun ekosistem ekonomi perikanan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan HARKANAS sebagai titik awal gerakan besar, agar setiap rumah tangga di Papua menghadirkan ikan sebagai sumber gizi utama. Menurutnya, langkah ini bukan hanya penting untuk kesehatan, tetapi juga masa depan generasi Papua yang kuat dan cerdas.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Iman Djuniawal, menjelaskan bahwa program Gemar Makan Ikan atau GEMARIKAN menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi muda. Program ini juga berfungsi sebagai solusi penanganan stunting di berbagai wilayah.

Baca juga: Satgas Yonif 732/Banau Perkuat Ekonomi Warga Mamere Lewat Program Rosita di Perbatasan Papua

Iman menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong penyerapan produk perikanan lokal serta memperkuat pelaku UMKM dan unit pengolahan ikan. Selain itu, upaya peningkatan konsumsi ikan lokal dan produksi perikanan diharapkan menjadi pendorong ekonomi masyarakat pesisir dan perikanan skala kecil.

Ia menegaskan bahwa ikan, dengan kandungan protein dan omega-3 yang tinggi, berperan penting terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Karena itu, konsumsi ikan harus terus digalakkan sebagai bagian dari upaya daerah memperkuat ketahanan pangan keluarga dan membangun SDM Papua yang unggul.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU