Minggu, 30 NOVEMBER 2025 • 10:00 WIB

Bupati Boven Digoel Temukan Rumah Guru di Kouh Terbengkalai: Pembangunan Dinilai Tak Sesuai Kebutuhan

Author

Bupati Boven Digoel, Roni Omba, saat meninjau langsung deretan rumah-rumah guru yang tidak terawat dan dibiarkan rusak di kawasan SMP YPPGI Kouh, Distrik Kouh, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Jumat 28 November 2025. (Dok. Pemkab Boven Digoel)

PAPUA — Kunjungan kerja Bupati Boven Digoel, Roni Omba, ke SMP YPPGI Kouh membuka fakta memprihatinkan tentang kondisi puluhan rumah guru yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah namun kini terbengkalai. Fasilitas yang seharusnya mendukung tenaga pengajar itu ditemukan rusak dan tidak ditempati, padahal masih banyak distrik lain yang kekurangan perumahan guru.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Roni Omba mendapati bahwa sekolah hanya memiliki empat orang guru aktif. Namun jumlah rumah yang dibangun jauh melampaui kebutuhan, sehingga banyak unit yang sejak awal tidak pernah dihuni dan akhirnya rusak karena tidak terawat.

Bupati menilai kondisi ini sebagai bentuk penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran dan menunjukkan lemahnya pengawasan. Ia melihat langsung beberapa rumah yang dindingnya lapuk, jendela rusak, serta atap yang mulai roboh, menandakan tidak adanya pemeliharaan sejak lama.

Baca juga: Satgas Yonif 732/Banau Hidupkan Semangat Belajar Anak-Anak Wangbe Lewat Metode Bermain-Edukasi di Perbatasan Papua

Menurut penjelasan di lokasi, hanya dua unit rumah yang masih ditempati hingga kini, sementara sisanya dibiarkan kosong begitu lama sehingga tidak lagi layak digunakan. Fakta tersebut membuat Bupati menyampaikan keprihatinan mendalam atas tidak efektifnya pemanfaatan fasilitas pendidikan yang telah dibangun.

Dalam tanggapannya, Bupati Roni Omba menegaskan bahwa pembangunan seperti ini semestinya mempertimbangkan kebutuhan riil agar anggaran dapat memberikan manfaat nyata bagi penguatan layanan pendidikan. Ia menilai bahwa ketidaksesuaian antara jumlah guru dan fasilitas perumahan mencerminkan perencanaan yang tidak akurat.

Bupati juga menyebut bahwa fasilitas yang terbengkalai tersebut sebenarnya berpotensi dialihkan bagi masyarakat setempat, daripada terus dibiarkan rusak. Pemanfaatan alternatif dinilai mampu memberikan dampak sosial positif bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal.

Selain menyoroti kondisi rumah guru, kunjungan ini juga menjadi momentum evaluasi bagi dinas terkait untuk memperbaiki proses perencanaan pembangunan ke depannya. Bupati menekankan pentingnya koordinasi yang lebih ketat agar kasus serupa tidak kembali terjadi pada proyek fasilitas pendidikan lainnya.

Pemerintah daerah juga disebutkan akan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh fasilitas publik yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada lagi aset yang terbengkalai akibat kesalahan penghitungan kebutuhan atau lemahnya pengawasan.

Baca juga: Fraksi Gerindra Tekan Pemerintah Perbaiki Struktur RAPBD 2026 di Tengah Penurunan Pendapatan Daerah

Kondisi di SMP YPPGI Kouh menjadi contoh bagaimana pembangunan yang tidak terarah dapat menimbulkan kerugian anggaran sekaligus menghambat peningkatan kualitas pendidikan. Bupati berharap evaluasi menyeluruh dapat memperbaiki pola pembangunan fasilitas pendidikan di Boven Digoel.

Melalui peninjauan ini, Bupati Roni Omba kembali menyatakan komitmennya untuk memastikan setiap program pembangunan benar-benar membawa manfaat, terutama bagi sektor pendidikan yang menjadi fondasi penting bagi masa depan generasi muda di Papua Selatan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU