Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 18:51 WIB

Pemkab Boven Digoel Resmi Gelar Temu Budaya 2025, Dorong Pelestarian Tradisi dan Penguatan Ekonomi Kreatif Daerah

Author

Tampak para pelaku budaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berfoto bersama usai pembukaan Temu Budaya 2025 yang digelar di halaman dan Aula Kantor Bupati Boven Digoel, Tanah Merah, pada Kamis, 5 Desember 2025. (Dok. Pemkab Boven Digoel)

PAPUA — Pemerintah Kabupaten Boven Digoel secara resmi membuka Temu Budaya dengan Pelaku Budaya 2025, sebuah agenda kebudayaan tahunan yang digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Desember 2025. Kegiatan ini dipusatkan di halaman dan Aula Kantor Bupati Boven Digoel, menghadirkan sekitar 50 pelaku budaya dari berbagai distrik di wilayah tersebut.

Temu Budaya tahun ini mengusung tema “Suara Budaya Membangun Negeri” sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan, dan memperkuat kembali nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Boven Digoel. Tema tersebut dipilih untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya lokal yang kini mulai menghadapi tantangan modernisasi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Marlinus menyampaikan bahwa budaya memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter masyarakat. Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan leluhur, tetapi fondasi moral yang menyatukan masyarakat dalam keberagaman sosial. Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga tradisi sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Baca juga: Pemprov Papua Tengah Perketat Penegakan Kode Etik ASN: Larangan Beristri Dua Jadi Sorotan Utama dalam Sosialisasi di Nabire

Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelestarian budaya melalui penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Upaya tersebut juga dipadukan dengan pendataan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), yang menjadi dasar penyusunan program strategis di sektor kebudayaan.

Selain berbicara soal pelestarian tradisi, Temu Budaya 2025 juga menjadi momentum bagi para pelaku budaya untuk memperkenalkan hasil karya, kreativitas, serta warisan budaya yang masih hidup di masing-masing komunitas. Pemerintah daerah menilai bahwa budaya memiliki potensi kuat untuk mendorong ekonomi kreatif, terutama melalui seni pertunjukan, kerajinan tangan, kuliner tradisional, dan berbagai ekspresi budaya lainnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring antar-pelaku budaya sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antardistrik. Dengan komunikasi yang terbangun secara intens, pengembangan kebudayaan dinilai dapat berjalan lebih efisien dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Temu Budaya 2025 juga menjadi ajang saling belajar antarpelaku budaya. Berbagai tradisi, tarian, dan ekspresi seni lainnya menjadi bagian dari pertukaran budaya yang memperkaya pemahaman masyarakat mengenai keberagaman lokal. Hal ini diyakini dapat memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural Boven Digoel.

Baca juga: Bupati Boven Digoel Dorong Perayaan HUT Kabupaten sebagai Momen Konsolidasi dan Syukur Pembangunan

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa keberagaman budaya tetap terjaga sekaligus mampu menjadi modal pembangunan di masa depan. Pemerintah memandang bahwa pelestarian budaya yang kuat dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi kreatif yang inklusif.

Dengan terselenggaranya Temu Budaya 2025, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperindah keberagaman, memperkuat identitas lokal, dan menjadikan budaya sebagai energi pembangunan. Dengan dukungan seluruh pelaku budaya dan masyarakat, Boven Digoel diharapkan dapat melangkah menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan berkarakter.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU