Tim Ekspedisi Patriot menyerahkan dokumen rekomendasi hasil penelitian lapangan kepada Gubernur Papua dalam pertemuan resmi di Jayapura. (Ist)
PAPUA — Tim Ekspedisi Patriot yang terdiri dari para akademisi dari berbagai perguruan tinggi nasional bertemu dengan Gubernur Papua di Jayapura untuk menyerahkan rekomendasi hasil penelitian lapangan terkait kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Pertemuan tersebut menandai upaya bersama dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih akurat dan relevan dengan situasi masyarakat di wilayah perbatasan.
Dalam pertemuan itu, tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin oleh Abdul Rohman Supandi memaparkan evaluasi mendalam mengenai pelaksanaan program transmigrasi. Mereka menekankan pentingnya memastikan agar tujuan utama transmigrasi—pemerataan penduduk, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan—terus berjalan pada jalur yang benar.
Tim ITB juga menyoroti kebutuhan infrastruktur dasar yang dianggap mendesak, seperti akses jalan, listrik, dan air bersih. Menurut mereka, keberadaan infrastruktur tersebut sangat menentukan keberlanjutan ekonomi masyarakat transmigran maupun masyarakat adat. Pelayanan administrasi, pendidikan, dan kesehatan juga disoroti sebagai aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup warga Senggi.
Baca juga: DAP Wondama Serukan Persatuan Menjelang Hari HAM, Natal, dan Tahun Baru 2025
Selain evaluasi teknis, tim ITB turut mengingatkan perlunya perhatian terhadap aspek lingkungan. Mereka menilai pembangunan harus memperhatikan daya dukung alam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan ekosistem.
Dari Universitas Padjadjaran, para akademisi mengulas aspek sosial dan hubungan antara warga transmigran dengan masyarakat adat Orang Asli Papua (OAP). Keharmonisan sosial dinilai sangat berpengaruh terhadap keberhasilan jangka panjang program transmigrasi. Mereka menekankan pentingnya pendekatan budaya dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat dalam menjaga stabilitas sosial.
Tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diketuai Dhany Arifianto menyampaikan analisis teknis tambahan terkait kebutuhan fasilitas pendukung aktivitas ekonomi dan sosial. Mereka menyoroti pentingnya peningkatan jaringan jalan, air bersih, serta sarana publik yang dapat memperkuat kegiatan masyarakat sehari-hari. Rekomendasi teknis ITS diharapkan menjadi acuan pembangunan yang benar-benar berbasis data lapangan.
Kolaborasi antarperguruan tinggi semakin terlihat dengan kontribusi Universitas Indonesia (UI) dan IPB University yang memfokuskan kajian pada penguatan ekonomi lokal. Mereka menilai komoditas pertanian seperti padi ladang, jagung, betatas, dan kakao memiliki potensi besar apabila didukung oleh penguatan kelembagaan ekonomi. Sektor peternakan sapi, babi, dan ayam juga dipandang mampu berkembang pesat jika dikelola secara terpadu.
Gubernur Papua memberikan apresiasi atas kontribusi para akademisi melalui Ekspedisi Patriot. Rekomendasi berbasis riset lapangan dianggap sangat membantu pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah, terutama di wilayah transmigrasi yang membutuhkan pendekatan terukur dan tepat sasaran.
Pertemuan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat hubungan antara akademisi dan pemerintah daerah. Dengan dukungan data ilmiah dan kolaborasi lintas institusi, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas layanan, dan mendukung pengembangan kawasan perbatasan di Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: