PAPUA — Ballroom Hotel Horison Diana tampak semarak pada Rabu (3/12/2025) saat SLB Negeri Mimika menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025. Mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor: Mengurai Hambatan Akses Layanan Dasar bagi Penyandang Disabilitas — Sehat, Cerdas, Tanpa Diskriminasi,” acara ini dihadiri pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, serta para siswa penyandang disabilitas.
Kegiatan dibuka dengan penampilan siswa-siswa SLB Negeri Mimika yang menampilkan talenta luar biasa. Aksi mereka di atas panggung berhasil memukau para undangan, menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu bersinar ketika diberikan kepercayaan dan wadah untuk berkembang. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat tepuk tangan meriah mengiringi penampilan mereka.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Mimika, Paulus Saine, menegaskan dalam sambutannya bahwa pemenuhan hak penyandang disabilitas hanya dapat terwujud melalui kerja kolaboratif. Ia menyebutkan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemerintah harus bergerak bersama demi membuka akses layanan dasar yang adil dan inklusif bagi seluruh penyandang disabilitas.
Paulus juga menambahkan bahwa SLB Negeri Mimika menjadi salah satu lembaga penerima hibah dari Pemerintah Daerah, sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan pendidikan dan kesehatan dasar para siswa disabilitas. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat penyediaan fasilitas dan layanan yang selama ini masih terbatas.
Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin, turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus memberikan perhatian. Ia menekankan bahwa sebagai satu-satunya sekolah luar biasa di Kabupaten Mimika, mereka memikul tanggung jawab yang besar. Namun, harapan untuk memberikan pendidikan yang layak dan setara bagi seluruh siswa menjadi motivasi utama dalam menjalankan tugas.
Acara ini semakin bermakna dengan kehadiran Perwakilan Bupati Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, yang menyoroti pentingnya menghargai keberagaman manusia. Menurutnya, setiap manusia memiliki nilai yang sama di hadapan Tuhan, terlepas dari perbedaan kondisi fisik atau mental. Ia menegaskan komitmen Pemkab Mimika untuk memperkuat kebijakan inklusif di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Peringatan tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat mengenai tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses layanan dasar. Dengan memahami hambatan yang ada, setiap pemangku kepentingan diharapkan dapat mengambil langkah nyata untuk memperbaiki sistem yang belum sepenuhnya ramah disabilitas.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat pemahaman bahwa inklusi bukan hanya konsep, melainkan tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang memberi kesempatan setara bagi semua anak. SLB Negeri Mimika menegaskan bahwa dukungan lintas instansi sangat diperlukan agar pendidikan bagi siswa disabilitas dapat berjalan lebih optimal.
Baca juga: Bupati Boven Digoel Buka Temu KIM 2025, Dorong Penguatan Literasi Informasi hingga Tingkat Kampung
Momentum Hari Disabilitas Internasional tahun ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan menuju masyarakat inklusif harus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya melalui perayaan seremonial, tetapi juga lewat kebijakan dan tindakan konkret yang dirasakan langsung oleh para penyandang disabilitas.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Mimika diharapkan mampu menjadi daerah yang benar-benar ramah disabilitas — di mana setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkontribusi tanpa batasan diskriminasi. Perayaan ini pun ditutup dengan harapan besar agar seluruh pihak semakin peka dan aktif dalam memperjuangkan inklusivitas di berbagai sektor pelayanan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: