Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 01:14 WIB

PLN Siaga Natal hingga Tahun Baru, Pasokan Listrik Ibadah dan Titik Keramaian di Manokwari Raya Dijamin Aman

Author

Manager UP3 PLN Manokwari bersama Asisten Manager Jaringan dan Konstruksi (Ist)

PAPUA – PT PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari memastikan keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal dan Tahun Baru di sembilan titik prioritas yang tersebar di wilayah Manokwari Raya, meliputi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.

Manager UP3 Manokwari, Arvy Tryudha, mengatakan PLN memberlakukan masa siaga khusus sejak H-7 Natal atau 18 Desember 2025 hingga H+8 Tahun Baru 2026 sebagai langkah antisipatif untuk menjamin kelancaran ibadah dan aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Menurut Arvy, pengamanan pasokan listrik difokuskan pada gereja-gereja serta lokasi yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat, seiring meningkatnya aktivitas keagamaan dan sosial menjelang Natal dan pergantian tahun.

Salah satu titik prioritas pengamanan adalah Gereja Ebenhaizer Manokwari yang mendapatkan suplai listrik dari Gardu 124 berkapasitas 160 kVA dengan sumber utama Bougenville serta cadangan genset 10 kW, yang dipantau langsung oleh tiga petugas PLN selama pelaksanaan ibadah.

Baca juga: Di Antara Busur, Panah, dan Rudal: Potret Ketimpangan Konflik Bersenjata di Pegunungan Papua

PLN juga memastikan keandalan listrik di GKI Maranatha Manokwari yang disuplai dari Gardu 192 berkapasitas 250 kVA dengan sumber utama Freder Raflesia serta genset cadangan 18 kVA, yang turut dikawal oleh tiga petugas siaga.

Di Distrik Prafi, GKI Getsemani memperoleh pasokan dari Gardu 021 berkapasitas 200 kVA dengan suplai utama Freder Trikora serta genset cadangan 8,5 kVA, sementara Gereja Katolik Paroki Santo Kristoforus juga disuplai dari gardu yang sama dengan sistem cadangan serupa dan pengawasan petugas di lokasi.

Untuk wilayah Manokwari Selatan, GKI Solafide Ransiki disuplai dari Gardu 006 berkapasitas 200 kVA Freder 2 Orba dengan genset cadangan 50 kVA, sedangkan GKI Maranatha Oransbari mendapatkan pasokan listrik dari Gardu 014 berkapasitas 50 kVA dengan genset cadangan 5 kW.

Di Teluk Bintuni, pengamanan pasokan listrik dilakukan di GKI Via Dolorosa yang disuplai dari Gardu BTN 01 berkapasitas 250 kVA Freder Kota 2 dengan genset cadangan 33 kVA, serta Gereja Katolik Kilo 2 yang mendapatkan pasokan dari Gardu BTN 060 berkapasitas 160 kVA dengan sistem cadangan serupa.

Sementara itu, di Teluk Wondama, GKI Syalom Wasior memperoleh aliran listrik dari Gardu WSR 014 berkapasitas 200 kVA Freder Pasar dengan dukungan genset cadangan 5 kW, yang diawasi langsung oleh petugas PLN.

Arvy menjelaskan sistem kelistrikan Manokwari yang mencakup ULP Prafi dan ULP Ransiki memiliki daya mampu sebesar 44,37 MW dengan beban puncak 34,7 MW, sehingga masih tersedia cadangan daya sekitar 9,67 MW untuk mengantisipasi lonjakan beban.

Baca juga: Bentengi Generasi Muda dari Tantangan Global, Soedeson Tandra Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan di Sekolah

Untuk sistem Teluk Bintuni, daya mampu tercatat sebesar 7,25 MW dengan beban puncak 6,16 MW, sementara Teluk Wondama memiliki daya mampu 3,8 MW dengan beban puncak 2,36 MW, yang dinilai masih aman selama masa perayaan.

Asisten Manager Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Manokwari, Stanly Stephens Yarangga, menambahkan pihaknya menyiagakan armada pendukung berupa dua unit truk, empat unit crane, 21 unit mobil pick-up, serta 26 unit sepeda motor guna merespons cepat gangguan kelistrikan.

Ia menyebutkan bahwa secara umum kapasitas sistem Manokwari sangat memadai, namun tantangan utama dalam menjaga keandalan listrik masih berasal dari faktor cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu jaringan, sehingga PLN menyiapkan skema penanganan darurat termasuk pemanfaatan genset di lokasi tertentu.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU