PAPUA - Hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengungkap terdapat 13 bekas tembakan di badan pesawat milik maskapai Smart Air yang diserang di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Pesawat komersial jenis Caravan dengan nomor registrasi PKS-NR itu ditembak saat mendarat di Bandara Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Rabu (11/2/2026). Insiden tersebut menewaskan pilot Kapten Egon Erawan dan kopilot Kapten Baskoro Adi Anggoro.
Kepala Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, dalam keterangan tertulis yang diterima media, Sabtu (14/2/2026), menyampaikan bahwa temuan tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian.
Baca juga: Doa berbuka Puasa: Bacaan Lengkap Arab, Latin, dan Maknanya
“Dari hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti yang ditemukan, terdapat 13 lubang bekas proyektil pada badan pesawat,” ujar Yusuf.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika pesawat mendarat dan bergerak menuju apron setelah menurunkan penumpang dari Tanah Merah. Saat itu, sejumlah penumpang yang hendak melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo, bersiap untuk naik.
Situasi mendadak berubah mencekam ketika sekitar 20 orang pelaku menyerang menggunakan senjata api dan senjata tajam. Kepanikan terjadi di area bandara, penumpang yang baru turun maupun yang akan berangkat berlarian menyelamatkan diri.
Dalam kondisi tersebut, pilot dan kopilot disebut sempat dikejar sebelum akhirnya ditembak di dekat landasan pacu. Kesaksian para penumpang yang selamat menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan aparat.
Bandara Korowai Batu diketahui merupakan bandara perintis yang selama ini tidak memiliki pengamanan tetap. Kondisi ini menjadi perhatian serius aparat pascainsiden penyerangan.
Sebagai langkah awal pengamanan, Satgas Damai Cartenz menerjunkan 29 personel ke lokasi untuk mengamankan area bandara serta menjaga pesawat yang masih berada di tempat kejadian sambil menunggu teknisi dari maskapai.
Penyisiran juga dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga saat ini, aparat belum menemukan keberadaan kelompok bersenjata yang diduga menjadi pelaku penyerangan tersebut.
Berdasarkan investigasi awal, aparat menduga para pelaku melarikan diri ke arah wilayah Yahukimo mengingat posisi bandara berbatasan langsung dengan daerah tersebut. Pengejaran masih terus dilakukan.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat berkomitmen menjaga keselamatan warga dan memastikan jalur transportasi udara perintis tetap aman sebagai akses vital distribusi logistik dan mobilitas masyarakat pedalaman.
Penguatan pengamanan di sejumlah titik rawan kini dilakukan untuk mencegah eskalasi lanjutan. Aparat juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur forkopimda guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga di wilayah Papua Selatan dan sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi