Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 19:11 WIB

CSR Pertamina Hadirkan Papua Jungle Chef, Bekali Kader Posyandu Cenderawasih Keterampilan Olah Pangan Lokal

Author

Logo Pertamina (Pertamina)

PAPUA - Komitmen memperkuat kualitas kesehatan masyarakat kembali ditegaskan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura. Lewat Program CSR Posyandu Berdaya Imbi, perusahaan tersebut menggelar pelatihan pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi di kawasan Pantai Base-G, Kota Jayapura.

Kegiatan ini menghadirkan Charles Toto, aktivis pangan lokal yang populer dengan sebutan Papua Jungle Chef. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para kader Posyandu Cenderawasih yang mengikuti pelatihan dengan antusias.

Pelatihan tersebut difokuskan pada upaya pencegahan stunting akibat kekurangan gizi. Pendekatan yang digunakan tidak semata-mata medis, melainkan juga mempertimbangkan faktor sosial, budaya, dan kebiasaan konsumsi masyarakat yang bersifat multidimensional.

Charles menekankan bahwa pangan bergizi tidak selalu identik dengan harga mahal atau bahan impor. Menurutnya, kreativitas dalam mengolah bahan yang tersedia di sekitar rumah justru menjadi kunci menghadirkan menu sehat yang menarik bagi anak-anak.

Baca juga: Dewan Gereja Papua Serukan 9 Poin Sikap

Ia kemudian mendemonstrasikan langsung cara mengolah bahan lokal menjadi sajian modern. Salah satu menu yang mencuri perhatian adalah Sushi Keladi, inovasi kuliner yang memadukan kearifan lokal dengan sentuhan kekinian.

Dalam sajian tersebut, keladi tumbuk digunakan sebagai pengganti nasi dengan indeks glikemik lebih rendah. Daun gedhi dimanfaatkan sebagai pembungkus pengganti nori, sementara sayur lilin, alpukat, dan aneka ikan menjadi isian kaya protein, lemak sehat, dan serat.

Konsep ini sekaligus membuktikan bahwa bahan pangan lokal Papua memiliki nilai gizi tinggi dan dapat disajikan secara menarik tanpa kehilangan cita rasa. Para kader pun menyaksikan langsung proses pengolahan yang sederhana namun inovatif.

Melalui pelatihan ini, para kader Posyandu Cenderawasih dibekali keterampilan praktis yang nantinya diteruskan kepada masyarakat. Pengetahuan tersebut akan mendukung pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak sekolah usia 5–9 tahun, remaja, hingga lansia.

Baca juga: Polda Papua Barat Kirim 169 Personel Bko Amankan Perayaan 1 Abad Peradaban Di Wondama

Heni Purwati, salah satu kader Posyandu Cenderawasih, mengaku selama ini sering mengalami kendala saat mengolah ikan. Aroma amis yang sulit dihilangkan kerap membuat anak-anak kurang tertarik menyantap hidangan berbahan dasar ikan.

Namun dalam demonstrasi tersebut, ia melihat teknik baru yang mampu mengurangi bahkan menghilangkan bau amis secara efektif. Hasilnya, olahan ikan menjadi lebih disukai anak-anak dan tampil lebih menarik.

IT Manager Jayapura, James W. Muabuay, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan memasak. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya kuliner Papua melalui inovasi berbasis pangan lokal.

Baca juga: MBG Kembali Didistribusikan, Ada Aturan Khusus Saat Ramadhan

Menurutnya, inovasi tidak harus mengorbankan identitas rasa. Justru dengan memaksimalkan kekayaan alam Papua, ketahanan pangan keluarga dapat diperkuat secara berkelanjutan sekaligus menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.

Pertamina Patra Niaga berharap Program Posyandu Berdaya Imbi mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Imbi. Upaya kolaboratif antara perusahaan, kader posyandu, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat bagi masa depan Jayapura yang lebih unggul.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU