Jumat, 27 MARET 2026 • 11:37 WIB

Koperasi Pendulang Emas Jadi Solusi DPRK Mimika

Author

 

Primus Natikapereyau, Ketua DPRK Mimika saat diwawancarai awak media. (papuanewsonline.com)

PAPUA - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika mendorong pembentukan koperasi sebagai solusi strategis untuk mengatasi persoalan pemasaran hasil dulang emas masyarakat.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyatakan pihaknya siap memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat bersama para pendulang emas tradisional.

Langkah ini bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan solusi konkret atas berbagai kendala yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Baca juga: Pesawat TNI AU A-400M Mendarat Perdana di Timika, Perkuat Operasi Udara Timur

Menurut Primus, persoalan yang dihadapi pendulang tidak sederhana dan melibatkan berbagai aspek, termasuk regulasi dan status wilayah.

Ia menjelaskan bahwa lokasi pendulangan saat ini berada di kawasan objek vital yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia.

Kondisi tersebut membuat aktivitas pendulangan dinilai ilegal, sehingga berdampak langsung pada proses penjualan hasil emas masyarakat.

Baca juga: Paskah Timika: Kota Dihiasi Ornamen Religius yang Memukau

Akibatnya, para pendulang kerap mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil kerja mereka secara terbuka dan aman.

Dalam situasi tersebut, DPRK Mimika melihat pembentukan koperasi sebagai solusi jangka menengah yang cukup realistis.

Melalui koperasi, hasil dulang diharapkan dapat dikelola secara kolektif dan dipasarkan dengan sistem yang lebih terorganisir.

Baca juga: Oknum Polisi Tembak Warga di Waena, Kapolresta Pastikan Proses Hukum

Primus menegaskan bahwa pembentukan koperasi tidak bisa dilakukan secara terburu-buru dan memerlukan kajian mendalam.

Pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar koperasi yang dibentuk benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia juga menambahkan bahwa legalisasi aktivitas pendulangan tradisional bukanlah proses yang mudah dan memerlukan waktu panjang.

Berbagai pihak harus dilibatkan, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola kawasan, guna menemukan solusi yang berkelanjutan.

Dengan demikian, koperasi diharapkan menjadi jembatan awal bagi pendulang untuk mendapatkan akses pasar yang lebih baik.

Langkah ini juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU