Sabtu, 25 APRIL 2026 • 22:31 WIB

Target Medali Digenjot, PBSI Papua Barat Mulai Gaspol Siapkan Atlet

Author

Pelantikan pengurus PBSI Cabang Manokwari masa bakti 2025–2029 yang berlangsung di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (25/4/2026). (Jubi)

PAPUA – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Papua Barat mulai memanaskan mesin pembinaan atlet dengan menargetkan kesiapan menghadapi berbagai ajang, baik tingkat regional maupun nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Pengprov PBSI Papua Barat, Deddy Sunandar, saat membuka Rapat Kerja (Raker) dan pelantikan pengurus PBSI Cabang Manokwari masa bakti 2025–2029, Sabtu (25/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Deddy mengingatkan seluruh pengurus cabang agar tidak menunda persiapan atlet. Ia menilai kesiapan sejak dini menjadi kunci untuk bersaing di berbagai event ke depan.

“Saya berharap PBSI cabang Manokwari terus menghasilkan atlet bulu tangkis, untuk menghadapi berbagai event dalam daerah maupun regional hingga Nasional,” kata Deddy Sunandar saat membuka Raker.

Ia menegaskan bahwa Manokwari memiliki potensi besar sebagai salah satu basis pembinaan atlet bulu tangkis di Papua Barat, sehingga harus dimaksimalkan dengan program kerja yang terarah.

Baca juga: Bantuan Pangan Mulai Disalurkan, 27.209 Keluarga di Mimika Terima Beras dan Minyak

Dalam waktu dekat, PBSI Papua Barat akan menghadapi sejumlah agenda penting, salah satunya kejuaraan bulu tangkis tingkat provinsi yang direncanakan digelar di Teluk Bintuni.

“Ini sifatnya wajib dilaksanakan dan saat ini rencana diadakan di Teluk Bintuni tetapi kita masih berkoordinasi,” katanya.

Selain itu, para atlet juga akan dikirim untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di luar Papua Barat, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman bertanding.

“Para atlet dikirim keluar untuk ikut bagian dalam event nasional, serta event regional se-Tanah Papua yang telah diusulkan untuk tuan rumah, kemarin Papua Tengah dan Papua Barat Daya mengajukan diri sebagai tuan rumah,” ucapnya.

Deddy juga secara terbuka mengakui bahwa capaian PBSI Papua Barat pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut belum maksimal.

“Kami sebenarnya tidak ikut saat pon kemarin hanya saja di tengah jalan kami diminta bersiap lalu memang kami ikut tapi karna kurang persiapan sehingga tidak mendapatkan medali,” kata Deddy Sunandar.

Ia menjadikan pengalaman tersebut sebagai evaluasi penting agar ke depan pembinaan atlet dilakukan lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pengkab PBSI Manokwari, Multazam, menjelaskan bahwa pelantikan dan Raker ini mengusung tema menjadikan PBSI sebagai rumah bersama dalam membangun olahraga bulu tangkis di daerah.

Ia mengatakan, sejumlah isu strategis dibahas dalam Raker, mulai dari legalitas atlet, keabsahan organisasi, hingga mekanisme perpindahan atlet antar klub.

“ketika atlet pindah klub dikenakan biaya .”

Selain itu, PBSI Manokwari juga merancang agenda kejuaraan rutin dalam satu tahun sebagai bagian dari pembinaan atlet usia dini.

“Kejuaran antar sekolah lebih fokus membina generasi Anak-anak asli Papua, kemudian membahas juga soal wasit yang berlisensi dilibatkan dalam setiap pertandingan,” kata Multazam Ketua Pengkab PBSI Manokwari.

Baca juga: SPPG Oyehe Nabire 002 Dipuji, Bukti Nyata Program MBG Gerakkan Ekonomi Rakyat Papua

Tidak hanya soal kompetisi, Raker juga membahas kebutuhan sarana pendukung serta peluang bagi atlet dalam menghadapi tantangan seperti pengangguran.

“Salam raker terdapat tiga komisi yang membahas kebutuhan atlet bulu tangkis, kami juga berharap dukungan dana dari pemerintah maupun sponsor dari swasta dan BUMD atau BUMN,” ucapnya.

Dukungan terhadap langkah pembinaan ini juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat.

Wakil Ketua I KONI Papua Barat, Mamei Zadrak Saiba, menilai langkah PBSI Manokwari sebagai kemajuan dalam penataan organisasi dan pembinaan atlet.

“Sesungguhnya ini langkah maju karna KONI tidak punya atlet yang punya atlet itu Cabor di setiap daerah, saya merasa hari ini luar biasa karena PBSI Manokwari ini melakukan perubahan yang baik,” kata Mamei Zadrak.

KONI Papua Barat berharap langkah ini dapat diikuti oleh cabang olahraga lainnya dalam memperkuat kelembagaan melalui agenda organisasi yang formal.

“Kami sudah menginformasikan agar Cabor Cabor di Papua Barat segera menggelar Musda dan Musprov. Cabor PBSI Manokwari ini luar biasa,” ujarnya.

Terkait rencana event regional se-Tanah Papua, KONI menyatakan dukungan penuh dan mendorong koordinasi lebih lanjut antara pengurus provinsi dan pihak terkait.

“Kami berharap PON 2028 di NTB bisa menyumbangkan medali bagi Papua Barat,” ucapnya.

Dengan berbagai langkah strategis yang mulai dijalankan, PBSI Papua Barat optimistis dapat meningkatkan prestasi atlet di masa mendatang.

Pembinaan yang berkelanjutan, kompetisi rutin, serta dukungan berbagai pihak diharapkan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan atlet bulu tangkis berprestasi dari Papua Barat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jubi

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU