Jumat, 03 JULI 2026 • 16:01 WIB

TPNPB Klaim Ibu Hamil Tewas Ditembak Di Sugapa, Aparat Belum Berikan Keterangan Resmi

Author

Ibu hamil tewas akibat penembakan di Sugapa.

PAPUA - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis Siaran Pers Ke III tertanggal 2 Juli 2026 yang berisi klaim mengenai dugaan penembakan terhadap seorang ibu hamil di pusat Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Dalam pernyataan tersebut, TPNPB menyebut peristiwa itu terjadi pada Kamis malam dan menyebabkan korban beserta bayi yang masih berada dalam kandungannya meninggal dunia.

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, mengatakan pihaknya menerima laporan dari PIS TPNPB Sugapa terkait insiden yang diklaim berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIT.

Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada TPNPB, korban disebut bernama Melkiana Duwitau. Dalam siaran pers tersebut dijelaskan bahwa korban sedang mengandung dengan usia kehamilan sekitar tujuh bulan.

Baca juga: Tak Hanya Honai, Papua Ternyata Punya Deretan Rumah Adat Unik Dengan Fungsi Berbeda

TPNPB mengklaim korban bersama bayi yang dikandungnya meninggal dunia akibat penembakan. Klaim tersebut dimuat dalam siaran pers resmi yang diterbitkan oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.

Masih berdasarkan isi siaran pers, korban disebut berada di dalam rumahnya yang berlokasi di kawasan Jaringan J2, pusat Kota Sugapa, saat insiden tersebut terjadi.

TPNPB juga mengklaim penembakan dilakukan oleh aparat militer Indonesia dari sebuah pos militer yang disebut berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban.

Baca juga: Mengapa Rumah Honai Dibangun Tanpa Jendela? Ternyata Ini Rahasia Arsitektur Leluhur Papua

Selain itu, laporan yang dikutip TPNPB menyebut terdengar suara tembakan dari Pos Militer Indonesia di kawasan J2, Kampung Bilogai, dan Kampung Wandoga, Distrik Sugapa Kota.

Dalam siaran pers tersebut, TPNPB mengklaim tembakan diarahkan ke rumah-rumah warga sipil sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Klaim tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

Atas peristiwa yang diklaim terjadi itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran TNI untuk menarik personel dari kawasan permukiman warga sipil di pusat Kota Sugapa.

Baca juga: Menguak Arti Simbol Budaya Papua, Dari Noken Hingga Burung Cenderawasih Yang Sarat Makna

Menurut TPNPB, langkah tersebut diperlukan guna menghindari jatuhnya korban sipil apabila terjadi kontak senjata di wilayah Kabupaten Intan Jaya.

Selain itu, TPNPB juga meminta lembaga-lembaga hak asasi manusia, baik di tingkat nasional maupun internasional, melakukan investigasi secara independen dan transparan terhadap dugaan penembakan sebagaimana diklaim dalam siaran pers tersebut.

Siaran Pers Ke III tersebut ditutup dengan pernyataan resmi Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pada Kamis, 2 Juli 2026. Seluruh informasi yang dimuat dalam pemberitaan ini bersumber dari siaran pers resmi yang diterbitkan oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum terdapat keterangan resmi dari TNI, Polri, Korem 173/PVB, Polres Intan Jaya, maupun Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mengenai kebenaran klaim dugaan penembakan maupun identitas korban sebagaimana disebutkan dalam siaran pers tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait dan membuka ruang hak jawab serta klarifikasi sesuai ketentuan jurnalistik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU