Perbatasan Indonesia–Papua Nugini di Skouw (Kumparan)
PAPUA — Jayapura menawarkan pengalaman wisata singkat namun berkesan bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan “Mutiara Hitam” dalam waktu terbatas. Dalam satu hari, wisatawan tetap bisa menjelajahi berbagai destinasi unggulan yang memadukan panorama alam, budaya, hingga kuliner khas Papua.
Sebagai ibu kota Provinsi Papua, Jayapura bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pintu gerbang menuju berbagai keindahan alam di ujung timur Indonesia. Bagi pelancong yang hanya memiliki waktu 24 jam, konsep one day trip menjadi pilihan ideal untuk mengeksplorasi kota ini secara efisien.
Perjalanan dapat dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIT dengan mengunjungi Puncak Pemancar atau Jayapura City View. Dari lokasi ini, wisatawan disuguhi pemandangan spektakuler berupa hamparan kota, pelabuhan, serta Teluk Humboldt dari ketinggian.
Tulisan ikonik “JAYAPURA CITY” yang berdiri megah di kawasan tersebut menjadi spot foto favorit, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali datang. Udara sejuk dan panorama luas menjadikan tempat ini sebagai pembuka perjalanan yang sempurna.
Setelah menikmati pemandangan dari atas, perjalanan dapat dilanjutkan menuju kawasan perbatasan Indonesia–Papua Nugini di Skouw. Perjalanan menuju lokasi ini memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dari pusat kota.
Baca juga: Batik Papua Mendunia: Jejak Sejarah dan Ragam Motif yang Sarat Makna
Di kawasan ini, pengunjung dapat melihat langsung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang megah. Selain itu, wisatawan juga berkesempatan berjalan kaki hingga ke zona netral dan mengunjungi pasar tradisional di wilayah Papua Nugini, tentunya dengan memperhatikan aturan yang berlaku.
Memasuki waktu siang, perjalanan berlanjut menuju Distrik Sentani. Danau Sentani menjadi destinasi wajib yang menawarkan ketenangan sekaligus keindahan alam yang khas. Hamparan air dan pulau-pulau kecil di tengah danau menciptakan suasana yang menenangkan.
Kuliner Khas Danau Sentani
Di kawasan ini, wisatawan dapat menikmati hidangan khas Papua seperti Papeda dan Ikan Kuah Kuning di restoran yang berada di tepi danau. Sensasi makan siang dengan latar pemandangan alam menjadi pengalaman yang sulit dilupakan, sekaligus memperkenalkan kekayaan rasa lokal kepada pengunjung.
Menjelang sore hari, perjalanan dapat diarahkan ke kawasan pesisir. Pantai Hamadi menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang dekat dengan pusat kota sekaligus melihat keindahan Jembatan Merah Youtefa.
Baca juga: 50 Trip Wisata Batal karena Jalan Rusak
Namun, bagi yang menginginkan suasana lebih tenang, Pantai Base-G menawarkan pasir putih yang bersih dengan pemandangan langsung ke Samudera Pasifik. Menikmati kelapa muda sambil menunggu matahari terbenam menjadi momen penutup yang sempurna.
Saat malam tiba, Jayapura juga memiliki daya tarik tersendiri. Kawasan pusat kota mulai ramai dengan aktivitas warga dan wisatawan yang menikmati suasana malam.
Kuliner Malam Jayapura
Wisata kuliner malam di Jayapura menawarkan berbagai pilihan, mulai dari seafood segar, sate, hingga jajanan khas Papua yang dijajakan di kawasan Entrop, Hamadi, hingga pinggir jalan kota. Suasana santai dengan angin laut yang sejuk menambah kenyamanan menikmati malam di kota ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: