Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 08 MEI 2026 • 09:13 WIB

Ini Ragam Upacara Adat Papua dan Filosofinya

Ini Ragam Upacara Adat Papua dan FilosofinyaMasyarakat adat Papua mengikuti prosesi tradisi bakar batu dalam acara adat di wilayah Pegunungan Tengah Papua. (Ist)

PAPUA - Papua dikenal sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi adat yang sangat beragam. Di balik keindahan alamnya, masyarakat Papua juga menjaga berbagai upacara adat yang diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur.

Setiap upacara adat di Papua tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki filosofi mendalam yang berkaitan dengan kehidupan sosial, spiritual, hingga hubungan manusia dengan alam dan leluhur.

Berbagai tradisi tersebut masih dilestarikan hingga kini oleh masyarakat adat di sejumlah wilayah Papua, mulai dari daerah pegunungan hingga kawasan pesisir selatan Papua.

Salah satu tradisi paling terkenal di Papua adalah upacara bakar batu. Ritual ini bahkan telah dikenal luas hingga mancanegara sebagai simbol kebersamaan dan budaya masyarakat Papua.

Bakar Batu, Ritual Syukur dan Persaudaraan

Upacara bakar batu merupakan tradisi memasak bersama yang dilakukan masyarakat Papua sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan. Tradisi ini banyak ditemukan di wilayah pegunungan Papua seperti Jayawijaya, Wamena, Pegunungan Tengah, Nabire, Paniai, Yahukimo, hingga Pegunungan Bintang.

Di beberapa daerah, tradisi ini memiliki nama yang berbeda-beda. Masyarakat Jayawijaya mengenalnya dengan sebutan Barapen, sementara di wilayah Paniai disebut Mogo Gapil dan di Wamena dikenal sebagai Kit Oba Isago.

Baca juga: Ini 5 Kuliner Legendaris Khas Biak yang Wajib Dicoba

Tradisi bakar batu biasanya dilakukan saat menyambut momen penting dalam kehidupan masyarakat adat. Mulai dari pernikahan adat, kelahiran, pengangkatan kepala suku, hingga acara perdamaian antarwarga.

Pada masa lalu, upacara ini identik dengan pembakaran daging babi sebagai makanan utama. Namun seiring perkembangan zaman dan bentuk toleransi antarumat beragama, masyarakat kini juga menggunakan daging sapi, kambing, maupun ayam dalam prosesi bakar batu.

Prosesi ritual dimulai dengan membakar batu hingga panas membara. Setelah itu, batu panas disusun bersama dedaunan dan berbagai bahan makanan untuk dimasak secara tradisional hingga matang.

Makna Filosofi Bakar Batu

Bagi masyarakat Papua, bakar batu bukan hanya sekadar tradisi memasak bersama. Ritual ini memiliki makna mendalam tentang persatuan, kejujuran, ketulusan, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial masyarakat adat.

Tradisi tersebut juga menjadi simbol kesederhanaan masyarakat Papua yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan persamaan hak di antara sesama warga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gramedia Blog

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ini Ragam Upacara Adat Papua dan Filosofinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!