PAPUA - Biaya hidup di Papua dikenal relatif lebih tinggi dibandingkan banyak wilayah lain di Indonesia, terutama di daerah pedalaman dan pegunungan yang memiliki akses transportasi terbatas. Perbedaan harga berbagai kebutuhan pokok menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat di sejumlah kawasan.
Di kota-kota besar seperti Jayapura, biaya hidup umumnya lebih tinggi dibandingkan beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Sementara itu, harga barang di wilayah pedalaman dapat meningkat jauh lebih tinggi karena proses distribusi yang lebih sulit dan memerlukan biaya besar.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi tingginya biaya hidup di Papua adalah kondisi geografis. Banyak wilayah berada di kawasan pegunungan dengan medan yang terjal sehingga akses transportasi darat tidak selalu tersedia secara optimal.
Di sejumlah daerah terpencil, distribusi logistik masih mengandalkan pesawat perintis maupun helikopter. Moda transportasi tersebut memiliki biaya operasional yang jauh lebih tinggi dibandingkan pengiriman melalui jalur darat atau laut.
Tingginya biaya angkut tersebut akhirnya berdampak pada harga jual berbagai kebutuhan pokok, mulai dari bahan makanan, bahan bangunan, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya yang harus didatangkan dari luar daerah.
Selain faktor geografis, keterbatasan industri lokal juga menjadi penyebab meningkatnya biaya hidup. Sebagian besar barang konsumsi masyarakat masih dipasok dari wilayah lain di Indonesia sehingga memerlukan proses distribusi yang panjang.
Baca juga: Tabrak Lari Picu Aksi Pemalangan Jalan di Timika, Polisi Buru Pengemudi yang Kabur
Kondisi tersebut menyebabkan harga barang di Papua sangat dipengaruhi oleh biaya transportasi, cuaca, serta ketersediaan armada pengangkut yang melayani wilayah-wilayah terpencil.
Perbedaan harga paling mencolok biasanya terjadi di kawasan pegunungan. Di beberapa daerah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur udara, harga bahan bakar minyak (BBM) maupun bahan pangan dapat berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan wilayah pesisir atau kota besar.
Sebagai contoh, di sejumlah wilayah pedalaman harga BBM pernah dilaporkan mencapai sekitar Rp100 ribu per liter, sementara harga seekor ayam hidup dapat menyentuh sekitar Rp500 ribu, bergantung pada lokasi, biaya distribusi, dan kondisi pasokan.
Baca juga: Pesona Wisata Jayapura Yang Bikin Betah, Dari Danau Sentani Hingga Pantai Eksotis Yang Memikat
Sebaliknya, wilayah perkotaan seperti Jayapura, Timika, Merauke, dan Sorong memiliki harga kebutuhan pokok yang relatif lebih stabil karena didukung akses pelabuhan, bandara, serta jaringan distribusi yang lebih baik.
Pemerintah terus berupaya menekan disparitas harga melalui berbagai program pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta kebijakan distribusi logistik, termasuk program tol laut dan penerbangan perintis ke daerah-daerah terpencil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: