Minggu, 03 MEI 2026 • 12:29 WIB

Apa Itu Hari Kebebasan Pers Sedunia Dan Mengapa Peringatan Ini Penting Bagi Dunia Modern

Author

ILUSTRASI

PAPUA - Hari Kebebasan Pers Sedunia merupakan peringatan internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa setiap tanggal 3 Mei. Momentum ini menjadi pengingat global akan pentingnya kebebasan pers dalam menjaga demokrasi dan hak asasi manusia.

Penetapan hari tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai peran vital media dalam menyampaikan informasi secara bebas dan independen. Selain itu, peringatan ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah agar menghormati kebebasan berekspresi.

Dasar dari peringatan ini merujuk pada Pasal 19 dalam Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia 1948 yang menjamin hak setiap individu untuk berpendapat dan menyampaikan informasi tanpa gangguan.

Hari Kebebasan Pers Sedunia juga menandai peringatan Deklarasi Windhoek tahun 1991, sebuah tonggak penting yang menegaskan prinsip kebebasan pers. Deklarasi ini lahir dari inisiatif para jurnalis Afrika yang berkumpul di Windhoek, Namibia.

Baca juga: Mengapa Kebebasan Pers Sangat Penting Bagi Masyarakat Dalam Menjaga Demokrasi Dan Keadilan Sosial

Sejak saat itu, kebebasan pers semakin diakui sebagai salah satu pilar utama dalam kehidupan demokrasi. Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengawas kekuasaan.

Dalam perkembangannya, peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi global. Berbagai negara menggunakan momentum ini untuk mengevaluasi kondisi kebebasan pers di wilayah masing-masing.

Pada tahun 2018, misalnya, sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan Hari Kebebasan Pers Sedunia menghadapi tantangan, termasuk pembatalan konferensi yang disponsori oleh Aliansi Peradaban PBB. Meski demikian, solidaritas antarorganisasi media tetap terjaga.

Beberapa organisasi berita bahkan berkolaborasi dalam kampanye global untuk menegaskan pentingnya kebebasan pers. Dalam momen tersebut, para jurnalis yang gugur, termasuk di Kabul, turut dikenang sebagai simbol perjuangan kebebasan informasi.

Baca juga: Pengertian Kebebasan Pers Serta Perannya Dalam Negara Demokrasi

Sebagai bagian dari peringatan ini, UNESCO setiap tahun menganugerahkan Penghargaan Kebebasan Pers Dunia Guillermo Cano. Penghargaan ini diberikan kepada individu atau lembaga yang berjasa besar dalam memperjuangkan kebebasan pers.

Nama penghargaan tersebut diambil dari Guillermo Cano Isaza, seorang jurnalis asal Kolombia yang gugur setelah berani mengungkap kekuatan kartel narkoba melalui tulisannya.

Penghargaan ini pertama kali diberikan pada tahun 1997 dan melibatkan juri independen yang terdiri dari para profesional media internasional. Proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan kredibilitas penerima penghargaan.

Baca juga: Mengenal Makna Kebebasan Pers Dan Mengapa Hal Ini Sangat Penting Dalam Kehidupan Demokrasi

Selain pemberian penghargaan, UNESCO juga menggelar konferensi tahunan yang mempertemukan berbagai pihak, mulai dari jurnalis, organisasi kebebasan pers, hingga lembaga internasional. Forum ini membahas tantangan global yang dihadapi media.

Tema yang diangkat dalam konferensi tersebut beragam, mulai dari isu tata kelola pemerintahan, pemberitaan terorisme, hingga perlindungan jurnalis di negara pascakonflik. Semua ini menunjukkan bahwa kebebasan pers tetap menjadi isu yang relevan di era modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sumber Wikipedia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU