Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 16 JUNI 2026 • 16:24 WIB

Komoditas Lokal Papua Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Kampung

Komoditas Lokal Papua Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi KampungMasyarakat Papua saat memanen padi (Ist)

PAPUA - Kekayaan alam Papua tidak hanya tersimpan dalam bentangan hutan tropis, pegunungan, dan lautan yang luas, tetapi juga pada beragam komoditas unggulan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat adat di berbagai kampung.

Pulau Papua bahkan disebut sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Berbagai penelitian mencatat lebih dari 13 ribu spesies tumbuhan tumbuh di pulau ini dan sebagian besar di antaranya merupakan tanaman endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.

Bagi masyarakat adat Papua, alam bukan sekadar ruang hidup, tetapi juga sumber ekonomi yang diwariskan secara turun-temurun. Berbagai jenis tanaman, hasil hutan, hingga sumber daya perairan telah menjadi penopang kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.

Sejumlah komoditas lokal kini mulai mendapat perhatian karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berpotensi menjadi penggerak ekonomi kampung. Salah satunya adalah sereh wangi yang berkembang di sejumlah wilayah pedalaman Papua.

Tanaman yang sebelumnya tumbuh liar itu kini diolah menjadi minyak atsiri bernilai jual tinggi. Pengembangan sereh wangi bahkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, khususnya kelompok perempuan di kampung-kampung.

Selain sereh wangi, Papua juga memiliki komoditas minyak lawang yang banyak ditemukan di wilayah selatan Papua. Minyak yang dihasilkan dari tanaman lawang ini dikenal memiliki manfaat kesehatan dan menjadi salah satu produk hasil hutan bukan kayu yang mulai menembus pasar yang lebih luas.

Baca juga: Jayapura Masih Terdepan, Ini 5 Kota Terbesar yang Menjadi Motor Pertumbuhan Papua

Komoditas kopi juga menjadi salah satu andalan Tanah Papua. Kopi dari daerah Pegunungan Tengah, Kabupaten Paniai, Kepulauan Yapen, hingga beberapa wilayah lainnya dikenal memiliki cita rasa khas yang mulai diminati pasar nasional maupun internasional.

Di sejumlah daerah, pengembangan ekonomi kampung tidak hanya bertumpu pada hasil tanaman. Masyarakat juga mulai mengembangkan produk olahan berbasis sumber daya alam lainnya seperti abon ikan mujair, ikan gabus, hingga produk olahan dari babi hutan.

Pemanfaatan sumber daya tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi potensi kerugian akibat hasil tangkapan atau hasil buruan yang tidak termanfaatkan secara maksimal.

Potensi besar lainnya terdapat pada komoditas pala, kakao, vanili, sagu, dan berbagai jenis tanaman rempah yang tumbuh subur di sejumlah wilayah pesisir dan kepulauan Papua. Berbagai komoditas ini dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan komoditas unggulan di Papua masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan teknologi budidaya, pengolahan pasca panen, hingga minimnya akses pasar masih menjadi kendala utama bagi masyarakat.

Baca juga: Terungkap Tengah Malam, Pria di Mimika Diamankan Terkait Dugaan Pelecehan Anak, Polisi Dalami Fakta Baru

Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalan, transportasi, dan fasilitas pengolahan produk di banyak wilayah pedalaman masih belum memadai. Kondisi ini menyebabkan biaya produksi dan distribusi menjadi lebih tinggi dibanding daerah lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Komoditas Lokal Papua Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Kampung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!