TPNPB" data-author="papuanewsonline.com" data-credit="papuanewsonline.com" data-source="papuanewsonline.com">Satu drone yang diklaim berhasil ditembak jatuh oleh pasukan TPNPB (papuanewsonline.com)
PAPUA - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim satu unit drone militer berhasil ditembak jatuh oleh pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dalam sebuah insiden yang disebut terjadi di Distrik Sinak Barat, Kabupaten Puncak Jaya.
Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers yang diterima pada Selasa, 16 Juni 2026. Dalam pernyataannya, TPNPB mengaku menerima laporan resmi dari pasukan mereka yang berada di Markas Gilonik terkait peristiwa yang berlangsung pada 6 April 2026.
Menurut keterangan yang disampaikan, operasi udara tersebut diduga melibatkan tiga unit drone yang disebut diterbangkan menuju wilayah yang menjadi basis pasukan TPNPB di kawasan Sinak Barat.
Baca juga: Harta Karun Flora Papua yang Jarang Diketahui, Dari Anggrek Raksasa hingga Buah Merah Penuh Khasiat
TPNPB menyatakan serangan udara itu mengakibatkan sejumlah anggota mereka mengalami luka ringan. Namun demikian, mereka tidak merinci jumlah korban maupun tingkat cedera yang dialami.
Selain itu, kelompok tersebut mengklaim berhasil menjatuhkan satu unit drone yang disebut sebagai bagian dari operasi tersebut. Drone yang dimaksud, menurut pernyataan mereka, masih berada di Markas Gilonik hingga saat ini.
Dalam laporan yang disampaikan kepada manajemen pusat, pasukan TPNPB menyebut ketiga drone tersebut diduga diterbangkan dari salah satu pos militer Indonesia yang berada di wilayah Timobut.
TPNPB juga menuding bahwa serangan yang terjadi tidak hanya menyasar posisi pasukan mereka, tetapi turut berdampak terhadap kawasan pemukiman warga sipil di Distrik Sinak Barat.
Baca juga: Flora Papua yang Menakjubkan, Dari Buah Merah hingga Sarang Semut yang Mendunia
Akibat situasi tersebut, mereka mengklaim sebagian masyarakat memilih meninggalkan tempat tinggal dan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman untuk menghindari potensi ancaman lanjutan.
Lebih jauh, TPNPB menduga drone yang diklaim berhasil ditembak jatuh merupakan peralatan militer yang berasal dari negara asing dan digunakan untuk mendukung operasi keamanan di Papua.
Melalui pernyataan resminya, KOMNAS TPNPB juga menyerukan kepada negara-negara lain agar menghentikan penjualan maupun pengiriman perlengkapan militer kepada Pemerintah Indonesia yang menurut mereka berpotensi digunakan dalam operasi di Papua.
Baca juga: Menjelajah Papua Sambil Belajar Alam, Ekowisata Ini Tawarkan Pengalaman yang Tak Terlupakan
Selain itu, kelompok tersebut meminta aparat keamanan menghentikan pemasangan ranjau di sekitar kawasan yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat selama berlangsungnya operasi keamanan.
TPNPB turut mengajukan permintaan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah Internasional agar memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang disebut terdampak konflik bersenjata dan terpaksa mengungsi dari daerah asal mereka.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak TNI terkait klaim penembakan drone, dugaan serangan udara, maupun informasi mengenai pengungsian warga sipil yang disampaikan oleh TPNPB. Seluruh informasi dalam laporan ini masih bersumber dari pernyataan resmi Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: