Minggu, 03 MEI 2026 • 13:21 WIB

Buah-Buah Eksotis Khas Papua Jadi Daya Tarik Alam Timur Indonesia

Author

Buah matoa khas Papua dengan kulit berwarna hijau dan daging buah putih bening terlihat segar saat dipanen di salah satu kebun masyarakat di Papua. (gotravelly)

PAPUA - Papua dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan alam paling melimpah di Indonesia. Tidak hanya terkenal dengan pegunungan, laut, dan budaya yang memukau, tanah di ujung timur Nusantara ini juga menyimpan beragam buah khas yang unik dan jarang ditemukan di daerah lain.

Buah-buahan khas Papua memiliki ciri yang berbeda dibandingkan buah dari wilayah Indonesia lainnya. Keunikan tersebut terlihat dari bentuk, ukuran, warna, hingga manfaatnya yang beragam. Beberapa dapat dikonsumsi sebagai makanan lezat, sementara sebagian lainnya justru dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional hingga bahan bakar alternatif.

Keberadaan buah-buahan khas Papua tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi simbol kekayaan biodiversitas yang dimiliki Bumi Cenderawasih. Berikut sejumlah buah khas Papua yang paling unik dan populer.

Matoa, Primadona Buah Khas Papua

Matoa menjadi buah paling terkenal dari Papua. Buah dengan nama ilmiah Pometia pinnata ini memiliki bentuk luar menyerupai kelengkeng berukuran besar dengan kulit berwarna hijau hingga merah keunguan.

Baca juga: Peluncuran SLB Negeri Pembina Jadi Tonggak Pendidikan Inklusif di Papua

Daging buah matoa berwarna putih bening dengan rasa perpaduan antara kelengkeng dan durian. Teksturnya manis, legit, dan sangat khas. Matoa sendiri terdiri dari dua jenis, yakni Matoa Kelapa yang berdaging kenyal serta Matoa Papeda yang lebih lembek dan lengket.

Selain rasanya yang unik, matoa juga kaya vitamin C dan E sehingga dipercaya baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Karena kulitnya keras dan tahan lama, buah ini juga sering dijadikan oleh-oleh khas Papua.

Woromo, Buah Mirip Nangka yang Kaya Khasiat

Buah woromo memiliki bentuk menyerupai nangka dengan ukuran cukup besar. Daging buahnya bertekstur halus sedikit kasar dengan rasa gurih yang khas.

Masyarakat Papua biasanya mengonsumsi woromo secara langsung maupun dibakar terlebih dahulu. Selain sebagai makanan tradisional, buah ini juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan, terutama membantu mengatasi asam urat dan kolesterol.

Buah Merah, Simbol Kesehatan dari Tanah Papua

Selain matoa, Buah Merah menjadi ikon buah khas Papua yang paling populer. Buah bernama ilmiah Pandanus conoideus ini memiliki bentuk lonjong berwarna merah marun dengan ukuran cukup besar.

Buah Merah sering digunakan dalam tradisi Bakar Batu, yakni ritual adat masyarakat Papua sebagai simbol syukur, persaudaraan, dan kebersamaan. Kandungan nutrisinya dipercaya mampu membantu menjaga kesehatan tubuh serta meningkatkan stamina.

Masyarakat lokal meyakini Buah Merah dapat membantu mengatasi berbagai penyakit seperti gangguan kulit, cacingan, hingga menjaga kesehatan mata dan tubuh secara umum.

Musa Ingens, Pisang Raksasa dari Pegunungan Papua

Papua juga memiliki Musa Ingens, salah satu jenis pisang terbesar di dunia yang tumbuh di kawasan Pegunungan Arfak. Pohonnya dapat mencapai tinggi hingga 25 meter dengan pelepah daun sangat besar.

Buah Musa Ingens memiliki ukuran raksasa dengan berat mencapai 60 kilogram. Meski bentuknya menyerupai pisang biasa, buah ini tidak dikonsumsi karena rasanya hambar.

Baca juga: Gubernur Dorong Pendidikan Inklusif dan Penguatan SDM di Hardiknas 2026

Keunikan Musa Ingens menjadikannya salah satu tanaman langka yang menarik perhatian para peneliti dan pecinta flora tropis.

Bintangur, Buah Penghasil Energi Alternatif

Bintangur merupakan buah khas Papua yang memiliki kandungan minyak cukup tinggi. Buah berbentuk bulat berwarna hijau ini tidak dikonsumsi, melainkan dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bakar alternatif.

Saat pasokan BBM sulit diperoleh, warga biasanya mengeringkan buah Bintangur untuk mengeluarkan minyaknya. Minyak tersebut kemudian disaring dan digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Keberadaan Bintangur menunjukkan bagaimana masyarakat Papua memanfaatkan sumber daya alam secara kreatif untuk kebutuhan sehari-hari.

Rabon Bi, Buah Tradisional untuk Pengobatan Mata

Buah Rabon Bi atau yang dikenal juga sebagai Keben memiliki bentuk unik dengan kulit luar berserabut dan bagian dalam menyerupai tempurung.

Buah ini tidak dimakan, tetapi dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi gangguan mata seperti rabun jauh, rabun dekat, hingga katarak. Caranya dengan mengambil sari patinya lalu digunakan sebagai obat tetes alami.

Pemanfaatan Rabon Bi menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Papua memiliki pengetahuan tradisional yang kaya dalam memanfaatkan alam untuk kesehatan.

Baca juga: Apa Itu Hari Kebebasan Pers Sedunia Dan Mengapa Peringatan Ini Penting Bagi Dunia Modern

Keberagaman buah khas Papua memperlihatkan betapa kayanya alam di wilayah timur Indonesia tersebut. Tidak hanya menawarkan rasa yang unik, buah-buah itu juga menyimpan nilai budaya, kesehatan, hingga manfaat ekonomi yang penting bagi masyarakat setempat.

Di tengah perkembangan zaman, berbagai buah khas Papua kini mulai dikenal luas dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun pecinta kuliner nusantara. Kekayaan alam tersebut menjadi bagian penting yang harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai identitas Papua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keluyuran

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU