Minggu, 17 MEI 2026 • 11:00 WIB

Kisah Dokter Inspiratif Di Papua Yang Mengabdi Hingga Pedalaman

Author

ilustrasi

PAPUA - Kisah pengabdian para dokter di Papua menjadi bukti nyata perjuangan kemanusiaan yang dilakukan dengan penuh ketulusan di tengah keterbatasan fasilitas dan medan geografis yang berat.

Sejumlah dokter asli Papua maupun tenaga medis dari luar daerah memilih mendedikasikan hidup mereka untuk melayani masyarakat di pelosok Tanah Papua.

Salah satu sosok yang dikenal luas adalah dr. Yohannis Manangsang Wally yang merupakan putra asli Papua kelahiran Sentani.

Baca juga: Rekomendasi Workshop Batik Papua Dorong Kreativitas Dan Pelestarian Budaya

Dokter yang akrab disapa dr. John tersebut dikenal memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan layanan kesehatan di Papua.

Ia pernah mencetuskan gagasan pembangunan rumah sakit berkelas dunia di Papua agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus keluar daerah.

Pengabdiannya membuat dr. John dikenal sebagai “Dokter Orang Papua” karena dinilai berhasil menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua di bidang kesehatan.

Baca juga: Ini Ragam Upacara Adat Papua dan Filosofinya

Selain itu, ada pula dr. Amira Abdat, seorang dokter spesialis kandungan yang memilih mengabdi di RSUD Fakfak, Papua Barat, sejak tahun 2013.

Dalam menjalankan tugasnya, dr. Amira kerap berjalan kaki melewati pegunungan hingga menggunakan perahu untuk menjangkau pasien di daerah terpencil.

Ia juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan menangani kehamilan berisiko tinggi di wilayah yang minim fasilitas medis.

Baca juga: Ini 5 Kuliner Legendaris Khas Biak yang Wajib Dicoba

Pendekatan yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat membuat kehadirannya diterima dan dipercaya oleh warga setempat yang sebelumnya lebih mengandalkan dukun beranak.

Nama lain yang tak kalah inspiratif adalah dr. Fransiskus Xaverius Sudanto yang mengabdikan dirinya selama puluhan tahun di Papua.

Dokter yang dijuluki “Dokter Seribu Rupiah” tersebut dikenal memberikan pelayanan kesehatan dengan biaya sangat murah bahkan rela berjalan kaki melintasi hutan dan rawa untuk mengobati warga di pedalaman.

Selain mereka, kisah dr. Sephia Jangkup juga menjadi inspirasi karena berhasil menempuh pendidikan kedokteran melalui beasiswa hingga akhirnya kembali ke Papua untuk membantu masyarakat di tanah kelahirannya sebagai dokter di RSUD Kabupaten Mimika.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU