Minggu, 17 MEI 2026 • 12:00 WIB

Tradisi Sasi Di Papua Jadi Benteng Adat Dalam Menjaga Laut Dan Kelestarian Biota Pesisir

Author

ilustrasi

PAPUA - Sistem Sasi di Papua dikenal sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat adat yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut secara turun-temurun.

Tradisi ini merupakan aturan adat yang mengatur larangan mengambil hasil laut tertentu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan oleh masyarakat setempat.

Melalui sistem tersebut, masyarakat adat Papua berupaya menjaga keberlanjutan sumber daya laut agar tidak mengalami kerusakan akibat eksploitasi berlebihan.

Sasi biasanya diterapkan terhadap hasil laut seperti teripang, lola, ikan, maupun biota pesisir lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca juga: Rekomendasi Workshop Batik Papua Dorong Kreativitas Dan Pelestarian Budaya

Dalam pelaksanaannya, masyarakat menetapkan periode penutupan wilayah laut yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan hingga sekitar dua tahun.

Selama masa penutupan tersebut, masyarakat dilarang menangkap atau mengambil hasil laut agar biota memiliki kesempatan berkembang biak dan tumbuh dengan baik.

Tradisi Sasi juga memiliki unsur sakral karena proses penutupan dan pembukaannya dilakukan melalui ritual adat yang dipimpin kepala suku atau tetua adat.

Baca juga: Ini Ragam Upacara Adat Papua dan Filosofinya

Ritual tersebut biasanya disertai doa dan simbol adat sebagai tanda bahwa wilayah laut yang ditetapkan sedang “dikunci” dan tidak boleh diganggu.

Setelah masa Sasi berakhir, masyarakat diperbolehkan kembali mengambil hasil laut sesuai aturan yang telah disepakati bersama.

Pengambilan hasil laut dilakukan secara terbatas sehingga dapat mencegah praktik overfishing dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Baca juga: Ini 5 Kuliner Legendaris Khas Biak yang Wajib Dicoba

Masyarakat adat Papua juga percaya bahwa pelanggaran terhadap aturan Sasi dapat mendatangkan sanksi adat, penyakit, atau musibah tertentu.

Selain menjaga sumber daya laut, sistem ini turut melindungi terumbu karang dan habitat alami berbagai jenis ikan serta biota laut lainnya.

Tradisi Sasi seperti yang diterapkan di wilayah Kaimana menjadi bukti bahwa masyarakat pesisir Papua telah memiliki sistem konservasi laut mandiri yang efektif jauh sebelum konsep pelestarian modern berkembang luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU