Bandara Douw Aturure Nabire Kini Jadi Gerbang Baru Papua, Simak Fakta Menarik Dan Perkembangannya
PAPUA - Bandar Udara Douw Aturure menjadi salah satu infrastruktur transportasi udara yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Tengah.
Bandara yang memiliki kode IATA NBX dan kode ICAO WABI ini berlokasi di Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, serta menjadi bandara domestik utama yang melayani wilayah tersebut.
Keberadaan bandara ini menggantikan bandara lama di Nabire dengan fasilitas yang lebih modern dan kapasitas operasional yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara.
Baca juga: Bingung Lapor ODGJ Atau Mengurus Bansos Di Papua? Ini Panduan Lengkap Yang Perlu Diketahui
Lokasinya yang berada di Distrik Wanggar dinilai cukup strategis karena mempermudah akses masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pengembangan investasi dan aktivitas ekonomi di kawasan Papua Tengah.
Salah satu peningkatan signifikan yang dilakukan adalah perpanjangan landasan pacu dari semula 1.600 meter menjadi 2.500 meter.
Dengan panjang landasan tersebut, Bandara Douw Aturure kini mampu melayani pesawat berbadan lebar, termasuk jenis Boeing, selain tetap mengakomodasi pesawat regional seperti ATR 72-600.
Baca juga: Warga Papua Bisa Akses Beragam Layanan Sosial, Dari Bansos Hingga Penanganan Orang Terlantar
Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu memperluas jaringan penerbangan serta meningkatkan konektivitas Nabire dengan berbagai daerah lain di Indonesia.
Operasional bandara berada di bawah pengelolaan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II yang merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Pengelolaan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan penerbangan, keselamatan, serta pengembangan fasilitas bandara berjalan sesuai standar yang berlaku.
Baca juga: Rahasia Surga Bawah Laut Papua Yang Membuat Penyelam Dunia Terpesona
Nama Douw Aturure sendiri memiliki makna historis bagi masyarakat setempat karena diberikan sebagai gelar kehormatan kepada Isaias Douw, mantan Bupati Nabire.
Gelar tersebut dianugerahkan oleh para tetua adat masyarakat pesisir sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusinya bagi daerah.
Dengan berbagai pengembangan yang terus dilakukan, Bandara Douw Aturure diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai gerbang transportasi udara utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan konektivitas di Papua Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: