PAPUA - Nama Mozes Abraham Kalmalan Kilangin Tenbak menjadi salah satu sosok yang memiliki tempat istimewa dalam sejarah Papua, khususnya bagi masyarakat Amungme di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Perjalanan hidupnya dikenal sebagai simbol perjuangan pendidikan, kepemimpinan, dan pengabdian bagi masyarakat pedalaman.
Di tengah keterbatasan akses pendidikan pada masa itu, Mozes Kilangin berhasil menorehkan sejarah sebagai salah satu putra daerah yang membuka jalan perubahan bagi generasi Papua di wilayah pegunungan tengah.
Masyarakat Amungme mengenangnya dengan gelar kehormatan Uru Me Ki yang memiliki arti “Guru Besar”. Gelar tersebut diberikan bukan semata karena latar belakang pendidikannya, tetapi juga karena kebijaksanaan dan pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat adat.
Sebagai seorang tokoh yang dihormati, Mozes dikenal mampu merangkul berbagai kelompok masyarakat serta menjadi figur pemersatu di tengah perubahan sosial yang mulai terjadi di wilayah Mimika.
Perjuangannya dalam dunia pendidikan menjadi salah satu warisan paling berharga yang masih dikenang hingga saat ini. Ia tercatat sebagai orang pertama dari suku Amungme dan kawasan pegunungan tengah Papua yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan formal di Belanda.
Pengalaman pendidikan yang diperolehnya kemudian dibawa kembali ke tanah kelahirannya. Sepulang dari Belanda pada tahun 1954, Mozes mendapat kepercayaan untuk membantu membuka akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah Lembah Tsinga.
Baca juga: Papua Kini Terbagi Enam Provinsi, Ternyata Jumlah Kabupaten Dan Kotanya Mencapai Angka Ini
Melalui dedikasi tersebut, ia menjadi salah satu guru pertama yang memperkenalkan pendidikan formal kepada masyarakat pedalaman. Perannya membantu membuka wawasan baru sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi perubahan zaman.
Tidak hanya dikenal sebagai pelopor pendidikan, Mozes Kilangin juga memainkan peran penting sebagai tokoh penengah dalam berbagai dinamika yang berkembang di Mimika.
Ketika aktivitas industri pertambangan mulai berkembang di wilayah tersebut, ia berupaya menjembatani komunikasi antara masyarakat adat, pemerintah, dan pihak perusahaan agar kepentingan masyarakat lokal tetap diperhatikan.
Baca juga: Deretan Kafe Live Music Ini Jadi Favorit Anak Muda Dan Wisatawan Papua
Kemampuannya dalam membangun dialog menjadikan Mozes sebagai figur yang disegani oleh berbagai kalangan. Ia berusaha menjaga keseimbangan antara pembangunan modern dan pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.
Pengabdian yang panjang kemudian mengantarkannya dipercaya menduduki berbagai peran dalam pemerintahan. Kehadirannya menjadi simbol bahwa masyarakat adat Papua mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan pemerintahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: