Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 22 JUNI 2026 • 07:00 WIB

Sagu Jadi Andalan Papua, Pemprov Siapkan Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal

Sagu Jadi Andalan Papua, Pemprov Siapkan Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokalilustrasi olahan sagu

PAPUA - Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya untuk menjadikan sagu sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun ketahanan pangan daerah yang selaras dengan kondisi alam, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Papua, Dr. Andry, S.IP., M.Si, dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Center for Science and Partnership Building Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Andry, pengembangan sagu tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Papua sekaligus mendukung pelestarian lingkungan hidup.

Baca juga: Papuan Food Festival 2026 Jadi Benteng Budaya, DPR Sorong Ingatkan Ancaman Hilangnya Identitas Papua

Ia mengatakan sagu telah menjadi simbol yang melekat kuat dengan Papua, bahkan dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional sebagai salah satu ciri khas daerah yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.

Andry menjelaskan bahwa pembangunan di Papua harus dilakukan secara kontekstual dengan memperhatikan kondisi geografis, sosial, budaya, serta karakter ekologi yang berbeda dengan wilayah lain di Indonesia.

Pasca pemekaran wilayah dan berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua, Provinsi Papua kini terdiri atas delapan kabupaten dan satu kota yang sebagian besar berada di kawasan pesisir, rawa, dan dataran rendah yang sangat cocok untuk pertumbuhan sagu.

Baca juga: 122 Ribu Warga Papua Masih Mengungsi, YKKMP Desak Pemerintah Segera Cari Solusi Permanen

Dengan kondisi tersebut, sagu dinilai memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan dari luar daerah.

Andry mengungkapkan masih terdapat tantangan terkait ketersediaan pangan di sejumlah kabupaten dan kota di Papua. Oleh karena itu, pengembangan sagu secara terencana dan berkelanjutan dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun kemandirian pangan masyarakat.

Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya menjaga keberadaan hutan sagu alami, tetapi juga mengembangkan sistem budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan nilai-nilai adat yang telah diwariskan turun-temurun.

Baca juga: Anggaran Rp8 Miliar Media Mimika Center Jadi Sorotan, Temuan BPK Picu Desakan Transparansi

Di tengah perlambatan ekonomi dan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Provinsi Papua melihat pengembangan komoditas lokal, termasuk sagu, sebagai peluang untuk membangun ekonomi masyarakat yang lebih kuat melalui pemanfaatan potensi daerah sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jubi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sagu Jadi Andalan Papua, Pemprov Siapkan Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!