Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 JUNI 2026 • 07:00 WIB

Bukan Nasi, Inilah Makanan Pokok Yang Menjadi Penopang Kehidupan Masyarakat Papua Sejak Zaman Leluhur

Bukan Nasi, Inilah Makanan Pokok Yang Menjadi Penopang Kehidupan Masyarakat Papua Sejak Zaman Leluhurilustrasi

PAPUA - Ketika sebagian besar masyarakat Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok, masyarakat Papua memiliki warisan pangan yang berbeda dan telah bertahan selama ratusan tahun. Sagu dan ubi jalar menjadi sumber karbohidrat utama yang menopang kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Tanah Papua.

Keberadaan kedua bahan pangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan konsumsi sehari-hari, tetapi juga mencerminkan hubungan erat masyarakat dengan lingkungan alam tempat mereka hidup.

Sagu umumnya menjadi makanan pokok masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, rawa, dan dataran rendah. Pohon sagu tumbuh subur di wilayah-wilayah tersebut sehingga mudah diolah sebagai sumber pangan utama.

Baca juga: Ternyata Papua Punya Filosofi Gotong Royong Unik, Dari Bakar Batu Hingga Tradisi Saling Menanggung Beban

Dari batang pohon sagu, masyarakat mengekstrak pati yang kemudian diolah menjadi berbagai jenis makanan tradisional. Salah satu yang paling terkenal adalah papeda, hidangan khas Papua yang memiliki tekstur kenyal dan lengket.

Papeda telah menjadi ikon kuliner Papua yang dikenal luas hingga mancanegara. Makanan ini biasanya disajikan dalam keadaan hangat dan disantap bersama lauk berbahan ikan segar.

Pendamping papeda yang paling populer adalah ikan kuah kuning yang kaya rempah-rempah lokal. Perpaduan rasa gurih ikan dan tekstur khas papeda menciptakan cita rasa yang menjadi kebanggaan masyarakat Papua.

Baca juga: Papua Kini Terbagi Enam Provinsi, Ternyata Jumlah Kabupaten Dan Kotanya Mencapai Angka Ini

Selain ikan kuah kuning, papeda juga kerap dinikmati bersama berbagai jenis olahan seafood maupun lauk tradisional lainnya yang berasal dari hasil laut dan sungai.

Sementara itu, masyarakat yang bermukim di kawasan pegunungan lebih mengandalkan ubi jalar atau yang dikenal dengan sebutan petatas sebagai makanan pokok sehari-hari.

Tanaman ini tumbuh dengan baik di dataran tinggi Papua yang memiliki suhu lebih sejuk. Karena itu, ubi jalar menjadi sumber energi utama bagi masyarakat yang hidup di wilayah pegunungan.

Baca juga: Deretan Kafe Live Music Ini Jadi Favorit Anak Muda Dan Wisatawan Papua

Pengolahan ubi jalar dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari direbus, dipanggang, hingga dibakar menggunakan metode tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah satu tradisi paling terkenal yang melibatkan ubi jalar adalah Bakar Batu. Tradisi ini bukan sekadar kegiatan memasak, melainkan simbol persatuan, rasa syukur, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial masyarakat Papua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Nasi, Inilah Makanan Pokok Yang Menjadi Penopang Kehidupan Masyarakat Papua Sejak Zaman Leluhur

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!