Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 JUNI 2026 • 08:00 WIB

Banyak Orang Takut Melanggarnya, Ini Deretan Pantangan Bulan Suro Yang Masih Dipercaya Hingga Kini


Banyak Orang Takut Melanggarnya, Ini Deretan Pantangan Bulan Suro Yang Masih Dipercaya Hingga KiniIlustrasi Malam Suro

PAPUA - Bulan Suro atau Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi masyarakat Jawa. Selain dipandang sebagai awal tahun dalam kalender Jawa, bulan ini juga dianggap sebagai periode yang sarat nilai spiritual, perenungan, dan pendekatan diri kepada Tuhan.

Karena dianggap sakral, masyarakat Jawa sejak dahulu mengenal berbagai pantangan yang diyakini perlu dihormati selama Bulan Suro. Kepercayaan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan masih dijaga di sejumlah daerah hingga saat ini.

Bagi sebagian masyarakat, Bulan Suro bukanlah waktu yang tepat untuk menggelar pesta atau perayaan besar. Sebaliknya, periode ini lebih dimaknai sebagai momentum untuk menata diri, memperbaiki perilaku, dan meningkatkan kualitas spiritual.

Baca juga: Ternyata Papua Punya Filosofi Gotong Royong Unik, Dari Bakar Batu Hingga Tradisi Saling Menanggung Beban

Salah satu pantangan yang paling dikenal adalah larangan mengadakan hajatan besar, terutama pesta pernikahan. Banyak keluarga memilih menunda pernikahan karena meyakini bahwa menggelar acara besar pada Bulan Suro dapat membawa berbagai hambatan atau ketidakharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.

Kepercayaan tersebut telah hidup dalam budaya masyarakat Jawa selama berabad-abad. Meski tidak memiliki dasar aturan resmi, tradisi ini masih dihormati oleh sebagian kalangan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat leluhur.

Selain hajatan, bepergian jauh juga kerap dihindari, terutama pada malam 1 Suro. Masyarakat yang masih memegang tradisi biasanya memilih berada di rumah untuk berdoa, bermeditasi, atau melakukan tirakat sebagai bentuk introspeksi diri.

Baca juga: Papua Kini Terbagi Enam Provinsi, Ternyata Jumlah Kabupaten Dan Kotanya Mencapai Angka Ini

Malam pergantian tahun Jawa dipandang sebagai waktu yang tepat untuk merenungkan perjalanan hidup serta memohon keselamatan bagi diri sendiri dan keluarga. Karena itu, aktivitas yang dianggap kurang penting sering ditunda.

Pantangan lain yang cukup populer adalah menghindari pembangunan rumah, renovasi besar, maupun pindah tempat tinggal selama Bulan Suro. Sebagian masyarakat percaya bahwa memulai hunian baru pada periode tersebut kurang membawa keberuntungan.

Kepercayaan tersebut berkaitan dengan pandangan tradisional mengenai keharmonisan antara manusia dan alam. Oleh karena itu, banyak orang memilih menunggu bulan berikutnya untuk memulai pembangunan atau menempati rumah baru.

Baca juga: Deretan Kafe Live Music Ini Jadi Favorit Anak Muda Dan Wisatawan Papua

Tidak sedikit pula masyarakat yang menghindari memotong rambut dan kuku selama Bulan Suro. Tradisi ini berasal dari keyakinan lama yang mengaitkan tindakan tersebut dengan berbagai simbol spiritual dan kehati-hatian dalam menjalani bulan yang dianggap sakral.

Meskipun pandangan tersebut tidak berlaku secara universal, tradisi tersebut tetap menjadi bagian dari warisan budaya yang masih dikenal di berbagai wilayah Jawa hingga sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Banyak Orang Takut Melanggarnya, Ini Deretan Pantangan Bulan Suro Yang Masih Dipercaya Hingga Kini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!