PAPUA - Di tengah beragam tradisi Nusantara yang masih lestari hingga kini, jenang sengkolo menjadi salah satu warisan budaya Jawa yang memiliki makna mendalam. Hidangan tradisional ini tidak hanya disajikan sebagai makanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam berbagai ritual adat dan doa keselamatan.ku
Jenang sengkolo dikenal luas sebagai bubur merah putih yang terbuat dari bahan sederhana seperti beras, santan, dan gula merah. Meski tampil sederhana, keberadaannya menyimpan simbolisme yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, jenang sengkolo kerap dihadirkan pada berbagai acara penting, mulai dari syukuran, peringatan hari kelahiran, ritual adat, hingga prosesi yang berkaitan dengan keselamatan keluarga.
Masyarakat percaya bahwa sajian tersebut merupakan simbol permohonan perlindungan kepada Tuhan agar terhindar dari berbagai mara bahaya dan kesulitan hidup.
Nama "sengkolo" sendiri sering dikaitkan dengan makna gangguan, rintangan, atau nasib buruk. Karena itu, kehadiran jenang sengkolo dalam suatu ritual dipercaya sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk menolak bala.
Ciri khas utama hidangan ini terletak pada perpaduan dua warna yang memiliki filosofi mendalam, yakni merah dan putih. Kedua warna tersebut bukan sekadar unsur estetika, melainkan sarat dengan makna kehidupan.
Baca juga: Papua Kini Terbagi Enam Provinsi, Ternyata Jumlah Kabupaten Dan Kotanya Mencapai Angka Ini
Bagian merah berasal dari gula merah atau gula kelapa yang memberikan warna khas pada bubur. Warna ini melambangkan keberanian, semangat hidup, dan unsur penciptaan manusia yang berasal dari darah atau air ketuban ibu.
Sementara itu, warna putih dihasilkan dari campuran santan yang dimasak hingga menghasilkan bubur berwarna cerah. Warna putih melambangkan kesucian, ketulusan, dan benih kehidupan yang berasal dari ayah.
Perpaduan merah dan putih kemudian dimaknai sebagai simbol penyatuan unsur kehidupan manusia sejak awal penciptaannya. Filosofi tersebut menggambarkan keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan yang saling melengkapi.
Baca juga: Deretan Kafe Live Music Ini Jadi Favorit Anak Muda Dan Wisatawan Papua
Tidak hanya itu, jenang sengkolo juga menjadi pengingat akan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Melalui sajian ini, masyarakat diajak untuk selalu bersyukur dan memohon petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya menjadikan jenang sengkolo lebih dari sekadar makanan tradisional. Hidangan ini telah berkembang menjadi simbol budaya yang memperkuat identitas dan kearifan lokal masyarakat Jawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: