Nampak Kantor Wali Kota Sorong dipenuhi sampah, (Dok. Trisatrisnah)
PAPUA- Ratusan petugas kebersihan lakukan aksi protes menuntut pembayaran gaji dan kejelasan status kerja yang diberhentikan secata sepihak.
Aksi protes petugas dengan cara menghamburkan sampah sebagai bentuk protes terhadap pemerintah kota.
Salah satu petugas kebersihan, Yohana, mengaku kecewa karena diberhentikan tanpa penjelasan yang jelas. Ia mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji sangat berdampak pada kehidupan mereka sehari-hari.
"Kami datang ke sini karena ingin bertemu Wakil Wali Kota. Kami sudah hilang kesabaran, dua minggu gaji belum dibayarkan. Kami butuh makan, anak-anak kami juga butuh hidup. Kami merasa tidak dihargai,” ujar Yohana.
Ia juga menekankan bahwa selama ini petugas kebersihan telah bekerja keras menjaga kebersihan Kota Sorong.
"Sampah-sampah di kota ini tidak akan bersih kalau bukan kami yang kerja. Kami hanya minta hak kami dibayar dan ada kejelasan soal status kerja,”tambahnya.
Senada dengan Yohana, Arnold petugas kebersihan lainnya menyatakan bahwa mereka tidak pernah mendapat pemberitahuan resmi terkait pemberhentian.
"Kami butuh kejelasan. Kalau kami salah, tolong diberitahukan kesalahan kami di mana. Tapi sampai sekarang tidak ada penjelasan. Kami yang datang hari ini sebanyak 121 orang,” ujar Arnold.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kota Sorong belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan para petugas kebersihan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung