Pengamanan PapuaPAPUA - Sinergitas keamanan Papua dinilai menjadi kunci strategis untuk menjaga perdamaian daerah sekaligus memperkuat persatuan nasional. Papua dengan kondisi geografis, sosial, dan budaya yang khas disebut membutuhkan pendekatan keamanan yang komprehensif dan kolaboratif.
Stabilitas, menurut paparan dalam agenda tersebut, tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran aparat. Peran pemerintah daerah dan masyarakat dipandang penting agar situasi tetap kondusif dan mendukung ketahanan nasional.
Kunjungan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, ke Papua turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dalam Apel Mitra Kamtibmas Presisi di Mapolda Papua, ia mengapresiasi sinergi antara Polda Papua dan Pemerintah Provinsi Papua.
Kehadiran Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, dalam kegiatan itu disebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keamanan yang partisipatif. Sinergi tersebut dinilai menjadi contoh bahwa keamanan berkelanjutan lahir dari keterlibatan bersama.
Baca juga: Open House Natal Sarmi 2025: Perdana di Betaf, 3.000 Bingkisan Dibagi Merata
Komjen Pol. Dedi Prasetyo juga menekankan keamanan tidak hanya bergantung pada institusi kepolisian. Ia menilai masyarakat perlu dilibatkan sebagai mitra strategis dalam menjaga lingkungan sosial.
Pelibatan kelompok tani, nelayan, komunitas ojek, tokoh adat, dan elemen sosial lain disebut efektif membangun jaringan keamanan sosial. Masyarakat dipandang bukan sekadar objek pengamanan, tetapi ikut menjadi agen perubahan.
Namun, pendekatan sinergis ini dinilai semakin penting di tengah dinamika global. Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengingatkan konflik antarnegara, ancaman terorisme, perang dagang, hingga dampak perubahan iklim dapat memengaruhi stabilitas.
Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian, aparat bersama masyarakat dituntut lebih adaptif dan responsif. Sinergitas di Papua disebut menjadi modal untuk mendeteksi dan menangani potensi gangguan secara dini.
Dari sisi kebijakan nasional, perhatian terhadap Papua turut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. Saat berkunjung ke Polda Papua, ia menegaskan TNI dan Polri sebagai ujung tombak negara dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.
Baca juga: Persipura vs Persela di Lukas Enembe, Rahmad Darmawan Tegas Tak Mau Remehkan Lawan di Championship
Menurut Djamari Chaniago, soliditas kedua institusi menjadi prasyarat agar masyarakat Papua merasakan kehadiran negara. Ia menilai keamanan yang stabil akan mendukung pelayanan publik dan kesempatan pembangunan yang adil.
Di sisi lain, ia berpandangan tanpa sinergi kuat TNI dan Polri, upaya menciptakan rasa aman di wilayah rawan konflik akan menghadapi tantangan besar. Karena itu, pendekatan keamanan yang humanis disebut perlu terus dikedepankan.
Kepercayaan publik dipandang menjadi fondasi stabilitas jangka panjang. Pendekatan humanis diyakini dapat memperkuat keyakinan masyarakat bahwa aparat hadir sebagai pelindung dan mitra.
Komitmen sinergitas juga terlihat di Papua Tengah menjelang akhir tahun. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Terpusat Lilin Noken 2025 untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: