Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 13 JANUARI 2026 • 16:31 WIB

Kondisi Memprihatinkan Aset Daerah, Gubernur Papua Putuskan Tutup Sementara Hotel Mapia di Biak

Kondisi Memprihatinkan Aset Daerah, Gubernur Papua Putuskan Tutup Sementara Hotel Mapia di BiakGubernur Papua Matius D. Fakhiri saat meninjau langsung kondisi Hotel Mapia di Kabupaten Biak Numfor, Senin (12 Januari 2026) (dok. pemprov papua)

PAPUA - Gubernur Papua Matius D. Fakhiri dibuat terkejut setelah meninjau langsung kondisi Hotel Mapia di Kabupaten Biak Numfor, salah satu aset milik Pemerintah Provinsi Papua yang selama ini diharapkan menjadi penopang sektor pariwisata daerah.

Hotel yang beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.23, Mandala, Kecamatan Biak Kota, itu dinilai sudah jauh dari standar kelayakan operasional, baik dari sisi bangunan maupun fasilitas penunjang yang tersedia.

Usai melakukan peninjauan lapangan, Gubernur Fakhiri menyatakan bahwa Hotel Mapia akan ditutup sementara waktu. Penutupan ini dilakukan untuk keperluan evaluasi menyeluruh sekaligus persiapan revitalisasi besar-besaran terhadap aset tersebut.

“Saya melihat kondisi aset Pemprov di Biak ini sudah tidak layak. Dari bangunan sampai fasilitasnya, Hotel Mapia membutuhkan perbaikan serius agar bisa ke depan mampu bersaing,” kata Fakhiri di Kota Biak, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, hotel yang dibangun sejak era 1990-an itu sudah tidak lagi mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah, terutama di tengah persaingan dengan hotel-hotel baru yang tumbuh pesat di Biak Numfor.

Baca juga: Tambang Emas Berizin di Teluk Wondama Dinilai Tak Memberi Manfaat bagi Daerah, Pemkab Soroti Risiko Lingkungan

Sebagai aset pemerintah daerah, Hotel Mapia seharusnya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.

Fakhiri menegaskan bahwa langkah pembenahan yang akan dilakukan tidak hanya sebatas perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menyentuh aspek pengelolaan dan manajemen sebagai bagian dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami tutup sementara untuk dievaluasi dan dibenahi. Targetnya jelas, meningkatkan PAD sektor pariwisata dan menarik lebih banyak wisatawan ke Biak,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua juga memastikan bahwa hak-hak pegawai Hotel Mapia tetap menjadi perhatian pemerintah daerah selama masa penutupan sementara.

Ia menegaskan seluruh kewajiban pemerintah terhadap karyawan akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum proses penutupan dan revitalisasi dijalankan.

“Utang pegawai akan kami selesaikan. Setelah itu, tim percepatan akan bekerja membenahi bangunan dan manajemennya,” jelasnya.

Hotel Mapia sendiri memiliki nilai historis bagi perkembangan pariwisata di Biak. Namun seiring berjalannya waktu dan minimnya perawatan, kondisi hotel tersebut tertinggal jauh dibandingkan fasilitas penginapan lainnya.

Baca juga: Berikut Salah satu kafe ternyaman untuk Bersantai di Sentani, Perpaduan Kopi, Kayu, dan Nuansa Papua

Langkah Pemerintah Provinsi Papua itu mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Biak, Dominggus Rumbrapuk, menilai penutupan sementara merupakan keputusan yang tepat demi perbaikan jangka panjang.

“Kalau tujuannya renovasi dan pembenahan, saya setuju. Hotel itu memang kalah saing. Kalau sudah bagus, pasti akan banyak tamu yang mau menginap,” kata Rumbrapuk.

Ia berharap revitalisasi Hotel Mapia dapat menjadi titik balik pengelolaan aset daerah di Papua agar tidak hanya dipertahankan sebagai bangunan lama, tetapi benar-benar dihidupkan kembali sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kondisi Memprihatinkan Aset Daerah, Gubernur Papua Putuskan Tutup Sementara Hotel Mapia di Biak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!