Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 07:37 WIB

Cetak Sawah Papua, Tanam Perdana Padi Di Jayapura Bidik 30 Ribu Hektare

Cetak Sawah Papua, Tanam Perdana Padi Di Jayapura Bidik 30 Ribu HektareGubernur Papua Matius D. Fakhiri berfoto bersama Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua, Aser Rouw, serta jajaran staf usai pertemuan di Kota Jayapura, Kamis (19/2/2026). (dok. pemprov papua)

PAPUA - Pemerintah Provinsi Papua resmi memulai penanaman perdana padi di Kota Jayapura sebagai tonggak awal pelaksanaan program cetak sawah tahun 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar mendorong kemandirian pangan, khususnya komoditas beras, di tengah tingginya ketergantungan Papua terhadap pasokan dari luar daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 terdapat empat lokasi cetak sawah yang disiapkan di Papua.

Salah satu lokasi tersebut berada di kawasan Muara Tami, Kota Jayapura, dengan luas lahan mencapai 100 hektare yang kini mulai ditanami padi secara bertahap.

Baca juga: Kecelakaan Tunggal Bundaran Petrosea, Pengendara Diduga Dipengaruhi Alkohol

Dengan dimulainya penanaman ini, Kota Jayapura dinyatakan siap menjadi salah satu wilayah percontohan pengembangan sawah baru di Papua.

Pemerintah provinsi tidak berhenti pada skala tersebut. Secara paralel, dirancang ekspansi besar hingga 30.000 hektare lahan sawah dalam beberapa tahun ke depan.

Target ambisius itu selaras dengan visi Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, yang mendorong Papua tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga kedaulatan pangan.

Dukungan teknis terhadap program ini datang dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Papua yang merupakan unit pelaksana Kementerian Pertanian di daerah.

Kepala BRMP Papua, Aser Rouw, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh usulan cetak sawah 30.000 hektare melalui tahapan verifikasi lahan, survei, investigasi, hingga penyusunan desain teknis.

Saat ini, kemampuan produksi beras Papua diperkirakan baru mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan masyarakat, sehingga ketergantungan terhadap suplai dari luar masih cukup tinggi.

Jika program cetak sawah tersebut terealisasi dan didukung pola tanam dua kali setahun, Papua diyakini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berpotensi surplus beras.

Meski demikian, tantangan besar masih membayangi, terutama kebutuhan alat berat seperti ekskavator yang diperkirakan mencapai 200 hingga 300 unit agar pengerjaan 30.000 hektare lahan dapat diselesaikan dalam waktu enam bulan.

Gubernur Papua meminta seluruh pihak terkait bekerja maksimal, baik dari sisi perencanaan maupun teknis lapangan, agar cita-cita menjadikan Papua mandiri beras benar-benar terwujud dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat di Tanah Cenderawasih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jubi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cetak Sawah Papua, Tanam Perdana Padi Di Jayapura Bidik 30 Ribu Hektare

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!