PAPUA - Massa Front Rakyat Papua (FRP) kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa (7/4/2026).
Aksi tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.
Dalam orasinya, massa menyuarakan sejumlah tuntutan yang dianggap penting bagi masa depan Papua.
Baca juga: DPRK Mimika Terima Aksi FRP, Aspirasi Rakyat Siap Didorong Ke Tingkat Lebih Tinggi
Salah satu tuntutan utama adalah penutupan operasional PT Freeport Indonesia yang dinilai menjadi sumber ketidakadilan.
Wakil Koordinator Lapangan, Riman Onawame, mempertanyakan pihak yang berhak mewakili suara rakyat Papua.
Ia juga menyoroti kinerja legislatif yang dianggap belum memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Kebakaran Hebat Hanguskan RSUD Paniai, Api Berawal Dari Ruang Terpadu
Selain itu, massa juga menyuarakan penolakan terhadap berbagai bentuk investasi yang dinilai merugikan masyarakat lokal.
Mereka turut mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menarik seluruh pasukan militer dari wilayah Papua.
Menurut massa, kehadiran aparat dinilai memperpanjang konflik yang terjadi di daerah tersebut.
Baca juga: Kepala Distrik Iwaka Tinjau Korban Kebakaran, Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Musibah
Kebijakan Otonomi Khusus juga menjadi sorotan dan dinilai belum memberikan manfaat signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuanewsonline.com