Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 13:00 WIB

Drama di Stadion Lukas Enembe: Penalti Matheus Silva Antar Persipura Jayapura Tekuk Persiku Kudus 1-0

Author

Pemain Persipura Jayapura berusaha melewati pemain Persiku Kudus dalam laga lanjutan Grup Timur Pegadaian Championship di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (7/11/2025) malam. (tribun papua)

Papua —Stadion Lukas Enembe, Jumat malam (7/11/2025), kembali bergemuruh. Ribuan pendukung Mutiara Hitam bersorak saat Persipura Jayapura menaklukkan Persiku Kudus dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Pegadaian Championship Grup Timur. Gol tunggal yang tercipta lewat eksekusi penalti Matheus Silva menjadi penentu kemenangan sekaligus memperkuat posisi Persipura di papan atas klasemen sementara.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan pukul 19.00 WIT, laga berjalan dalam tempo tinggi. Kedua tim tampil terbuka dan langsung menampilkan permainan agresif. Persipura yang tampil di depan publik sendiri berupaya mengambil inisiatif serangan lebih awal, sementara Persiku tampil disiplin dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat.

Pada menit ke-29, stadion seolah terdiam seketika. Salah satu pemain Persiku Kudus melepaskan tendangan keras jarak jauh yang sempat mengecoh kiper Persipura. Bola meluncur deras namun hanya membentur mistar gawang — membuat jantung ribuan suporter Mutiara Hitam nyaris copot.

Baca juga: Menuju Kota Cerdas Mimika: “Mimika Center” Hadirkan Satu Pintu Layanan Publik Terpadu untuk Era Pemerintahan Digital Papua Tengah

Tak ingin dipermalukan di kandang sendiri, Persipura langsung membalas satu menit berselang. Matheus da Silva mengirim umpan matang kepada Ramai Rumakiek, namun sepakan sang winger andalan masih melambung tipis di atas gawang lawan. Sorak kecewa penonton bercampur dengan tepuk tangan dukungan agar tim terus menekan.

“Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Persiku tim yang solid, tapi anak-anak bermain disiplin dan sabar menunggu momentum,” ujar pelatih Persipura usai pertandingan.

Memasuki menit ke-31, kapten Ruben Sanadi melakukan penetrasi brilian dari sisi kiri. Dengan kecepatan dan pengalamannya, Ruben sukses menusuk ke kotak penalti sebelum dijatuhkan pemain belakang Persiku. Wasit yang berada dekat dengan kejadian langsung menghentikan permainan dan meninjau insiden lewat VAR.

Begitu tayangan ulang diperlihatkan di layar stadion, sorakan penonton membahana: “Penalti! Penalti!”
Setelah meninjau ulang beberapa kali, wasit akhirnya menunjuk titik putih — keputusan yang disambut gemuruh luar biasa dari para pendukung Persipura.

Tanggung jawab besar kemudian jatuh ke kaki Matheus Silva, sang penyerang asal Brasil yang dikenal memiliki ketenangan tinggi. Dengan langkah mantap, Silva mengeksekusi bola ke pojok kanan gawang pada menit ke-39.
Kiper Persiku sudah bergerak ke arah yang benar, namun laju bola terlalu keras untuk dijangkau.

“Saya hanya fokus pada bola. Tidak memikirkan tekanan, tidak melihat kiper. Saya tahu momen ini penting untuk tim,” kata Matheus Silva seusai laga dengan senyum puas.

Usai unggul, Persipura bermain lebih tenang dan fokus menjaga ritme permainan. Gelandang seperti Nelson Alom dan Gunansar Mandowen tampil disiplin menjaga keseimbangan di lini tengah, sementara duet bek Ricardo Salampessy dan Israel Wamiau menjadi tembok kokoh di belakang.

Persiku Kudus beberapa kali mencoba menekan melalui skema umpan silang dan bola mati, namun kedisiplinan lini belakang Persipura membuat mereka gagal menciptakan peluang bersih. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk tuan rumah.

Kemenangan ini menjadi tiga poin berharga bagi Persipura dalam upayanya memperkokoh posisi di papan atas klasemen Grup Timur. Selain itu, hasil ini juga memperpanjang catatan apik mereka di kandang sendiri yang sejauh ini belum terkalahkan.

“Kami bermain dengan hati untuk suporter. Kemenangan ini untuk semua warga Papua yang selalu mendukung kami,” ucap Ruben Sanadi dalam wawancara pascalaga.

Sorotan lain datang dari luar lapangan. Dukungan luar biasa dari ribuan pendukung Mutiara Hitam di Stadion Lukas Enembe menciptakan atmosfer yang luar biasa. Nyanyian dan tabuhan drum terus menggema selama 90 menit pertandingan.

Banyak suporter menyalakan suar merah saat peluit akhir dibunyikan — menandai euforia kemenangan tim kesayangan mereka.

“Main di Papua selalu istimewa. Energi suporter memberi semangat luar biasa bagi pemain di lapangan,” ungkap salah satu staf pelatih Persipura.

Dengan tambahan tiga poin ini, Persipura semakin dekat untuk mengamankan posisi di fase selanjutnya Pegadaian Championship. Meski begitu, Bupati Jayapura dan beberapa tokoh olahraga Papua yang hadir menekankan agar tim tidak cepat puas.

Baca juga: Wisata Kupu-Kupu Arfak Menarik Wisatawan Asal Prancis: Dinas Kehutanan Papua Barat Dorong Penguatan Ekowisata Berbasis Legalitas dan Konservasi

“Ini baru langkah awal. Masih banyak laga penting di depan. Kami harap Persipura tetap konsisten dan menjaga semangat juang,” ujar salah satu pejabat KONI Papua yang hadir menonton langsung.

Pelatih pun menambahkan bahwa fokus tim kini beralih pada laga berikutnya yang akan digelar pekan depan melawan tim kuat dari Kalimantan.

“Kami akan evaluasi lini serang dan bertahan. Target kami tetap sama: setiap laga adalah final,” tutupnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU