PAPUA — Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus memperkuat komitmen untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran. Bersama Dinas Perhubungan Kota Jayapura dan Polresta Jayapura Kota, Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Senin (10/11/2025).
Sidak yang melibatkan unsur lintas sektor ini dilakukan untuk menelusuri potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Solar yang sering kali diselewengkan untuk kepentingan industri atau dijual kembali secara ilegal.
Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Kota Jayapura, Yuliana Maniagasi, mengatakan bahwa sidak kali ini difokuskan pada kesesuaian antara data kendaraan pengguna barcode MyPertamina dan kendaraan fisik di lapangan.
“Kami temukan di lapangan ada kendaraan yang plat nomornya tidak sesuai, bahkan ada yang menggunakan kendaraan modifikasi untuk mengangkut Solar bersubsidi dalam jumlah besar. Ada juga yang mengisi tong dan jerigen,” ungkap Yuliana.
Ia menambahkan, dari hasil pengecekan awal, empat kendaraan ditemukan melakukan pelanggaran berat. Mobil-mobil tersebut langsung diamankan ke Polresta Jayapura untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Unit Turjawali Satuan Lalu Lintas Polresta Jayapura, Ipda Gunther Wolfgang, menjelaskan modus yang digunakan oleh para pelanggar.
“Kami menemukan satu truk dengan empat plat nomor berbeda. Selain itu, ada juga mobil boks yang telah dimodifikasi dengan tangki tambahan di bagian dalam kendaraan. Tujuannya jelas — untuk menimbun Solar subsidi dalam jumlah banyak,” ujarnya.
Menurut Gunther, tindakan seperti ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga masyarakat kecil yang seharusnya berhak menerima subsidi. Ia menegaskan, pihak kepolisian akan menindak tegas semua bentuk pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
Langkah tegas serupa juga dilakukan di Manokwari, di mana tim gabungan dari Pertamina Patra Niaga, Dinas Perhubungan, dan Polresta Manokwari melakukan inspeksi mendadak di beberapa SPBU utama.
Dari hasil pemantauan, tim kembali menemukan sejumlah kendaraan dengan plat nomor ganda dan barcode yang tidak sesuai dengan data kendaraan. Beberapa kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran langsung diamankan oleh petugas untuk proses lebih lanjut di kepolisian.
“Kami temukan pola pelanggaran yang sama seperti di Jayapura. Ada kendaraan dengan banyak plat nomor dan data barcode tidak cocok. Semua kami tindak sesuai prosedur,” ujar Aiptu Haryanto, perwakilan dari Satlantas Polresta Manokwari.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tetap transparan dan tepat sasaran.
“Kami menyambut baik langkah Dishub dan Kepolisian yang turun langsung ke lapangan. Upaya seperti ini harus rutin dilakukan untuk memberi efek jera bagi pelanggar, serta memastikan masyarakat kecil benar-benar menikmati subsidi yang menjadi hak mereka,” ujar Awan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: