Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 18:07 WIB

Kasus Aresty Guncang Manokwari, Kapolresta Tegaskan Tak Ingin Tragedi Serupa Terulang

Author

Suasana konferensi pers Kapolresta Manokwari bersama jajaran kepolisian saat memaparkan hasil penyelidikan kasus pembunuhan Aresty. (papuadalamberita)

Papua — Kapolresta Manokwari, Kombes Pol Ongky Isgunawan, SIK menyampaikan harapan besar agar tragedi pembunuhan yang menimpa Aresty Gunar Tinarga menjadi kasus terakhir yang mengguncang Manokwari. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Mapolresta Manokwari pada Rabu siang, menyusul tertangkapnya tersangka Yahya Himawan (29) yang diduga kuat melakukan pencurian disertai kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Dalam keterangannya, Kapolresta menegaskan bahwa pihaknya sangat berharap tidak ada lagi kejahatan brutal yang mengancam keselamatan masyarakat. Ia mengajak warga Manokwari untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman serta tidak mudah terprovokasi oleh tindakan kriminal yang dapat ditiru oleh pelaku lain.

Korban, Aresty Gunar Tinarga (38), diketahui merupakan istri dari Amri Hidayat, seorang pegawai Bea Cukai yang sedang ditugaskan sebagai Kepala Seksi Penjaminan Kualitas Data (PKD) di KPP Pratama Manokwari. Peristiwa itu pun menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas tempat korban dan suaminya bekerja.

Baca juga: Bupati Boven Digoel Ajak Warga Terlibat Aktif dalam Penyusunan Raperdasi Ketertiban Umum

Kapolresta mengungkapkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tak lepas dari kerja keras tim gabungan yang terdiri dari Polresta Manokwari, Polda Papua Barat, Densus 88, serta dukungan penuh dari jajaran Kementerian Keuangan Papua Barat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci percepatan proses penyelidikan sejak awal laporan diterima.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal, tim penyelidik menghadapi situasi darurat karena terdapat dugaan awal bahwa korban mengalami penculikan. Hal ini membuat kepolisian harus bergerak cepat dan memaksimalkan seluruh sumber daya demi menemukan korban sebelum situasi memburuk.

Dalam upaya pelacakan pelaku dan korban, polisi turut mengerahkan anjing pelacak untuk mempersempit area pencarian serta memperjelas pola pergerakan pelaku. Langkah tersebut dinilai sangat membantu memperkuat arah penyelidikan hingga akhirnya kasus dapat terungkap dalam waktu relatif singkat.

“Kami melakukan apa pun yang diperlukan untuk menangani kasus ini, apalagi menyangkut nyawa manusia,” tegas Kapolresta. Ia menambahkan bahwa keselamatan warga selalu menjadi prioritas utama kepolisian dan berharap kerja cepat seperti ini dapat semakin meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap aparat.

Baca juga: Pemprov Papua Ajukan 14.882 Rumah Layak Huni untuk MBR, Dukung Pemerataan Pembangunan di Sembilan Wilayah

Selain memberikan gambaran proses penyelidikan, Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto, video, atau informasi sensitif terkait korban. Penyebaran konten semacam itu dinilai hanya akan memperpanjang duka keluarga dan dapat menimbulkan dampak psikologis yang tidak diinginkan.

Ia meminta masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terlebih ketika berkaitan dengan tragedi kemanusiaan. Menurutnya, menghargai privasi keluarga korban adalah bentuk solidaritas sosial yang harus dijaga bersama.

Menutup konferensi pers, Kombes Ongky kembali menegaskan komitmen kepolisian untuk menjaga keamanan Manokwari. Ia berharap kejadian tragis ini menjadi pembelajaran bersama agar masyarakat semakin waspada dan kejahatan serupa tidak lagi terjadi di Papua Barat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU