Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 12:00 WIB

Pertamina Patra Niaga Papua–Maluku Perkuat Sistem Distribusi Energi Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun

Pertamina Patra Niaga Papua–Maluku Perkuat Sistem Distribusi Energi Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir TahunTampak pendistribusian BBM ke SPBU area Manokwari Papua Barat (Ist.)

Papua - . Memasuki akhir tahun, curah hujan ekstrem, angin kencang, serta gelombang tinggi menjadi tantangan yang berpotensi menghambat distribusi energi ke berbagai daerah.

Seiring meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, perusahaan memastikan pengawasan distribusi dilakukan secara ketat setiap hari. Fokus utama pengawasan mencakup pendistribusian bahan bakar minyak, minyak tanah, Avtur, dan LPG nonsubsidi agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat tanpa gangguan berarti.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Papua–Maluku menegaskan bahwa perencanaan yang matang menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran distribusi energi. Menurutnya, kondisi geografis Papua dan Maluku yang penuh tantangan—ditambah perubahan cuaca yang cepat berubah—membuat penguatan sarana dan fasilitas distribusi menjadi prioritas penting.

Baca juga: Satres Narkoba Polres Mimika Serahkan Berkas Perkara Kasus Narkotika Jenis Tembakau Sintesis ke Kejaksaan Negeri Mimika

Ia menyebut bahwa menjelang libur akhir tahun, permintaan energi biasanya meningkat. Karena itu, Pertamina memperkuat strategi operasi untuk memastikan seluruh produk energi berada pada level stok yang aman. Per 13 November, seluruh produk menunjukkan ketahanan pasokan yang stabil dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan laporan terbaru, stok Pertalite tersedia untuk 21 hari ke depan, Pertamax untuk 24 hari, Solar 16 hari, minyak tanah 15 hari, Avtur 15 hari, dan LPG bahkan mencapai ketahanan hingga 92 hari. Ketersediaan stok ini akan terus dimonitor, mengingat pergerakan distribusi masuk dan keluar dapat berubah setiap waktu.

Untuk menjaga keandalan distribusi di daerah yang bergantung pada jalur laut, Pertamina mengoperasikan 21 kapal yang bertugas menyalurkan BBM ke 21 terminal bahan bakar di Papua dan Maluku. Seluruh armada laut tersebut beroperasi dengan jadwal ketat agar pasokan tidak terputus meski kondisi cuaca memburuk.

Adapun distribusi lanjutan ke tingkat SPBU, Pertashop, dan agen minyak tanah diperkuat dengan sekitar 290 mobil tanki yang beroperasi setiap hari. Untuk mendukung penyaluran LPG, tersedia dua unit skid tank, sementara distribusi Avtur ke bandara-bandara ditopang oleh 44 unit armada khusus yang disebar di 12 lokasi penerbangan.

Pertamina juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana transportasi distribusi. Pemeriksaan ini meliputi aspek teknis dan keselamatan untuk memastikan setiap armada berada dalam kondisi optimal. Upaya ini dinilai penting karena kendaraan dan kapal menjadi tulang punggung kelancaran penyaluran energi di kawasan timur Indonesia.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindag Mimika, Pertamina, dan Bulog Pastikan Stok Aman: Sinergi Distribusi Jadi Kunci

Selain memastikan kesiapan internal, Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk turut serta memberikan laporan apabila menemukan kendala terkait layanan energi di lapangan. Aduan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 sehingga setiap permasalahan bisa segera ditangani dengan cepat dan tepat.

Dengan langkah-langkah penguatan ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjaga pasokan energi tetap stabil di tengah situasi cuaca yang tidak menentu. Perusahaan berharap kolaborasi antara operator, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu meminimalkan gangguan distribusi jelang pergantian tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pertamina Patra Niaga Papua–Maluku Perkuat Sistem Distribusi Energi Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!