Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 12:07 WIB

DPRK Mimika Pertegas Upaya Perlindungan Komoditi Lokal di Tengah Gelombang Aspirasi Masyarakat pada Peringatan 24 Tahun Otsus

Author

Masyarakat berkumpul dan menyampaikan aspirasi di halaman kantor DPRK Mimika saat aksi damai memperingati 24 tahun Otsus pada Jumat (21/11/2025). (Ist)

Papua – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan komoditi lokal bagi mama-mama Orang Asli Papua (OAP) setelah menerima aspirasi dari ratusan warga dalam aksi damai memperingati 24 tahun Otonomi Khusus (Otsus), Jumat (21/11/2025).

Aksi yang berlangsung di halaman kantor DPRK Mimika tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keresahan terhadap maraknya penjualan komoditi lokal—seperti pinang dan berbagai hasil kebun—oleh pihak non-OAP. Masyarakat menilai hal ini merugikan mama-mama Papua yang menggantungkan pendapatannya pada komoditi tersebut.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengapresiasi penyampaian aspirasi yang berlangsung damai dan teratur. Ia menilai bahwa isu perlindungan terhadap komoditi lokal bukan hal baru, namun perlu penanganan lebih serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca juga: Pertamina Perkuat Distribusi Energi ke Teluk Wondama

Dalam keterangannya, Primus menegaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah melakukan beberapa upaya untuk memperkuat perlindungan komoditi lokal. Namun ia mengakui bahwa langkah-langkah tersebut belum memberikan dampak signifikan khususnya bagi mama-mama OAP. Karena itu, masukan masyarakat dalam aksi tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi DPRK.

Primus juga menjelaskan bahwa Peraturan Daerah (Perda) mengenai perlindungan mama-mama Papua sebenarnya sudah disahkan oleh pemerintah daerah. Meski begitu, penerapannya belum optimal karena membutuhkan serangkaian proses dan kesiapan teknis di berbagai sektor terkait.

Ia menambahkan bahwa DPRK Mimika akan terus mengawal implementasi Perda tersebut dan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan. Masyarakat pun diminta untuk tetap berkomunikasi serta melaporkan kondisi di lapangan agar proses pengawasan berjalan efektif.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus B Mom, menyampaikan bahwa dukungan terhadap sektor perlindungan komoditi lokal telah mereka dorong melalui koordinasi bersama perangkat daerah. Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikan masyarakat sudah diteruskan untuk ditindaklanjuti.

Elinus juga mengajak masyarakat untuk turut mengawal Perda yang telah ditetapkan. Menurutnya, tanpa pengawasan masyarakat, pelanggaran di lapangan akan sulit terdeteksi dan ditindak sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca juga: TPNPB Serukan Konsolidasi Global Untuk Mendukung Kemerdekaan Papua

Ia menilai, keberhasilan perlindungan komoditi lokal tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRK. Dengan keterlibatan semua pihak, komoditi lokal dapat kembali menjadi sumber ekonomi utama bagi mama-mama OAP.

Melalui penyampaian aspirasi dalam aksi damai ini, DPRK Mimika berharap momentum peringatan 24 tahun Otsus dapat menjadi titik awal untuk memperbaiki implementasi kebijakan sehingga perlindungan komoditi lokal benar-benar dirasakan oleh masyarakat adat yang menggantungkan hidup pada hasil bumi mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU