Papua — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) kembali melayangkan pernyataan resmi yang ditujukan kepada komunitas internasional. Seruan tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, yang meminta dukungan global atas situasi yang mereka klaim semakin memburuk di Tanah Papua.
Dalam pernyataan yang diterima redaksi, Lekagak Telenggen mengajak seluruh diplomat yang mengatasnamakan Papua Merdeka di berbagai negara untuk menyatukan langkah. Ia meminta agar mereka aktif melakukan pendekatan diplomatik, termasuk lobi kepada negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), demi memperoleh dukungan politik maupun bantuan kemanusiaan.
Lekagak menyebut bahwa situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua memburuk akibat operasi militer yang dilakukan aparat keamanan Indonesia. Ia mengeklaim bahwa serangan tersebut terjadi di wilayah pemukiman penduduk dan menimbulkan korban, sehingga menurutnya membutuhkan perhatian global yang lebih besar.
Baca juga: Kampung Bumi Muroh Indah Dorong Kayu Putih Jadi Komoditas Unggulan Fakfak
“Saat ini Papua tidak baik-baik saja. Kami menyaksikan serangan militer di lingkungan penduduk yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa,” ujar Lekagak Telenggen dalam keterangan tertulisnya.
Selain menyoroti kondisi keamanan, Lekagak juga menyinggung peralatan pertahanan yang digunakan pihaknya. Menurutnya, senjata yang dimiliki 36 Komando Daerah Pertahanan TPNPB sebagian besar merupakan rampasan dari aparat keamanan Indonesia selama operasi di lapangan.
Ia menegaskan bahwa persenjataan tersebut, menurut versi TPNPB, digunakan untuk mempertahankan wilayah yang mereka anggap sebagai tanah leluhur dan untuk melawan kehadiran aparat negara. Klaim ini kembali ia suarakan sebagai bagian dari argumentasi untuk mencari dukungan internasional.
“Kami di 36 Komando Daerah Pertahanan hanya memiliki senjata hasil rampasan, dan itu kami gunakan untuk mempertahankan tanah leluhur kami,” kata Lekagak, menekankan posisi organisasi dalam konflik yang masih berlangsung.
Selama beberapa tahun terakhir, TPNPB berkali-kali mengeluarkan pernyataan terbuka yang meminta perhatian internasional. Mereka menilai bahwa dukungan global penting untuk mengatasi apa yang mereka sebut sebagai eskalasi konflik dan risiko kemanusiaan di daerah pedalaman.
Dalam pernyataan terbaru ini, TPNPB secara khusus menyoroti peran negara-negara anggota PBB serta pihak mana pun yang mereka nilai dapat membantu upaya diplomasi. Namun, permintaan ini tetap menjadi perdebatan karena berkaitan dengan isu sensitif menyangkut integritas wilayah Indonesia.
Baca juga: Pemkab Boven Digoel dan Kejari Merauke Perkuat Sinergi Penanganan Hukum Daerah
Melalui seruan tersebut, TPNPB berharap adanya respons dari komunitas internasional terkait situasi keamanan, perlindungan terhadap warga sipil, serta posisi politik mereka dalam konflik. Sementara itu, pemerintah Indonesia hingga kini secara resmi tetap menyatakan bahwa Papua adalah bagian sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan operasi keamanan dilakukan untuk menjaga stabilitas serta melindungi masyarakat.
Pernyataan ini menambah panjang daftar komunikasi TPNPB yang ditujukan kepada dunia internasional, menandai terus berlangsungnya dinamika politik dan keamanan di Papua yang hingga kini masih menjadi isu strategis di tingkat nasional maupun global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: