Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 02:33 WIB

Mimika Sambut Tahun Baru dengan Kesederhanaan dan Doa Bersama

Author

Suasana kembang api yang biasanya menerangi langit Kabupaten Mimika saat malam pergantian tahun (Ist)

PAPUA — Pergantian tahun di Kabupaten Mimika dipastikan berlangsung tanpa pesta kembang api sebagaimana tradisi yang biasa mewarnai langit malam tahun baru. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap situasi nasional serta upaya menjaga rasa empati dan solidaritas bersama.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman dalam keterangannya kepada awak media di pelataran Graha Eme Neme Yauware, Rabu (24/12/2025). Ia menegaskan bahwa kebijakan ini harus dipahami dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Peniadaan pesta kembang api dilakukan meskipun terdapat sebagian warga yang berharap perayaan malam tahun baru tetap berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, pertimbangan situasi nasional dinilai lebih penting untuk dikedepankan demi kepentingan bersama.

Baca juga: Serah Terima Aset Tahap II Tegaskan Transisi DOB, Papua Pegunungan Terima Barang Milik Daerah Bernilai Ratusan Miliar

Kapolres Mimika menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan perintah langsung dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Instruksi ini berlaku secara nasional dan wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran kepolisian di daerah.

Larangan penyelenggaraan pesta kembang api tidak terlepas dari bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Peristiwa tersebut menempatkan bangsa Indonesia dalam suasana duka, sehingga perayaan yang bersifat euforia dinilai kurang sejalan dengan nilai empati.

Dalam konteks tersebut, masyarakat diimbau untuk menjadikan momen pergantian tahun sebagai waktu refleksi dan penguatan kepedulian sosial. Kesederhanaan perayaan diharapkan mampu mencerminkan kepekaan terhadap penderitaan sesama anak bangsa.

Polres Mimika juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah agar kebijakan ini dapat tersosialisasi secara luas. Penyampaian informasi secara terbuka dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat.

Selain itu, aparat keamanan akan tetap melakukan pengamanan guna memastikan situasi malam pergantian tahun berjalan kondusif. Langkah preventif disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Sebagai pengganti pesta kembang api, perayaan malam tahun baru di Mimika diarahkan untuk diisi dengan doa lintas agama. Kegiatan ini dinilai lebih bermakna karena mengedepankan nilai kebersamaan dan spiritualitas.

Baca juga: Dana Otsus Papua Barat dan Papua Barat Daya Rp3,25 Triliun Cair Penuh, Pemerintah Diminta Segera Gerakkan Program Pembangunan

Doa lintas agama juga dipandang sebagai sarana mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Mimika. Momentum ini menjadi ruang bersama untuk memanjatkan harapan akan keselamatan dan kedamaian di tahun yang baru.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi wujud solidaritas masyarakat Mimika terhadap warga di daerah lain yang terdampak bencana. Semangat kebersamaan diharapkan mampu melampaui perbedaan latar belakang dan keyakinan.

Polres Mimika berharap kebijakan ini dapat dipahami secara bijak oleh masyarakat. Dukungan publik dinilai sangat penting agar pergantian tahun dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Dengan meniadakan pesta kembang api, esensi pergantian tahun diharapkan tidak hilang, melainkan bergeser pada nilai refleksi, empati, dan persatuan, sebagai bekal moral dalam menyongsong tahun yang akan datang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU