Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 00:37 WIB

TNI AMANKAN 11 BANDARA PERINTIS PAPUA, OPERASIONAL DITARGETKAN SEGERA PULIH

Author

Personel TNI saat melakukan kunjungan tinjauan langsung terhadap kesiapan pengamanan di Bandara Korowai Batu, Papua Selatan pada hari Kamis (19/2/2026). (Ist)

PAPUA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan langkah-langkah intensif guna memulihkan keamanan dan kenyamanan operasional di 11 bandara perintis yang tersebar di wilayah Papua. Upaya ini dilakukan menyusul adanya gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM yang sempat menghambat aktivitas penerbangan dan distribusi logistik penting di sejumlah daerah pedalaman.

Keberadaan bandara perintis di Papua bukan sekadar fasilitas transportasi biasa, melainkan menjadi jalur vital yang menghubungkan masyarakat di wilayah pegunungan, perbatasan, dan pelosok dengan pusat-pusat layanan pemerintahan serta ekonomi.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi menegaskan komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

"Kami memiliki komitmen yang kuat untuk memastikan seluruh warga Papua dapat mengakses transportasi udara yang aman dan berjalan lancar," ujarnya.

Baca juga: JATUHNYA PESAWAT PELITA AIR SERVICE, TNI AU GERAK CEPAT EVAKUASI KORBAN

Didampingi Panglima Komando Daerah Udara (Kodau) III Marsda TNI Azhar Aditama beserta jajaran, Bambang Trisnohadi melakukan kunjungan langsung ke Bandara Korowai Batu, Papua Selatan, Kamis (19/2/2026), guna memastikan kesiapan pengamanan di lapangan.

Bandara Korowai Batu dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung antara Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Selatan. Stabilitas keamanan di titik ini sangat menentukan kelancaran mobilitas orang maupun distribusi barang kebutuhan pokok.

"Proses pemulihan kondisi kondusif akan berlangsung dengan cepat, karena kita mendapatkan dukungan penuh dari tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sekitar yang juga merasakan dampak dari aksi kriminal tersebut," jelasnya.

Di wilayah Papua yang memiliki bentang alam berat dan akses darat terbatas, transportasi udara berfungsi sebagai urat nadi kehidupan. Pesawat mengangkut bahan pangan, obat-obatan, tenaga medis, hingga kebutuhan pendidikan bagi masyarakat di daerah terpencil.

Untuk memastikan keamanan tetap terjaga, TNI bekerja sama erat dengan Polri dalam memperkuat pengamanan di sekitar kawasan bandara. Kekuatan tambahan dikerahkan dengan melibatkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Koops Habema, Pasukan Rajawali, serta unsur Brimob Polri.

"Kita telah memperkuat pasukan untuk menjaga kawasan zona keselamatan operasional penerbangan, sehingga distribusi logistik tetap dapat berjalan tanpa hambatan," tambahnya.

Pemerintah pusat melalui TNI menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi percepatan pembangunan Papua yang inklusif dan berkeadilan. Keamanan yang terjamin akan mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Semoga dengan kerja sama sinergis antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta dukungan dari seluruh komponen masyarakat, operasional 11 bandara perintis dapat segera pulih secara menyeluruh," harap Bambang Trisnohadi.

"Kita mengharapkan aktivitas saudara-saudara kita di tanah Papua dapat kembali berjalan normal, sehingga mereka dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman," pungkasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU