Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 00:30 WIB

JATUHNYA PESAWAT PELITA AIR SERVICE, TNI AU GERAK CEPAT EVAKUASI KORBAN

JATUHNYA PESAWAT PELITA AIR SERVICE, TNI AU GERAK CEPAT EVAKUASI KORBANKondisi pesawat Pelita Air Service registrasi PK-PAA yang hangus terbakar di lokasi jatuhnya di kawasan Gunung Pa’ Ramayo, Desa Pa Bettung, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Rabu (19/2/2026). (Ist)

PAPUA - Sebuah pesawat milik Pelita Air Service dengan nomor registrasi PK-PAA dilaporkan jatuh di Gunung Pa’ Ramayo, Desa Pa Bettung, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, pada Rabu (19/2/2026). Insiden tersebut terjadi saat pesawat tengah menjalankan misi penting pengantaran bahan bakar minyak (BBM) Satu Harga ke wilayah perbatasan.

Pesawat jenis Air Tractor AT-802 itu diketahui sedang melayani distribusi logistik energi ke daerah terpencil yang memiliki akses terbatas. Misi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan BBM di kawasan perbatasan.

Kabar jatuhnya pesawat segera memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Udara. Lanud Anang Busra langsung bergerak melakukan koordinasi begitu menerima informasi awal terkait insiden tersebut.

Baca juga: Diduga Penipuan Catut Nama Kajari, Advokat Yan Warinussy Ungkap Kejanggalan

Pilot pesawat, Kapten Hendrick L. Adam, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian. Kepergian sang pilot menjadi duka mendalam, terutama karena ia tengah menjalankan tugas pelayanan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, menjelaskan bahwa proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur.

"Sejak informasi awal diterima, jajaran TNI Angkatan Udara melalui Lanud Anang Busra langsung berkoordinasi dengan AirNav, aparat kewilayahan, serta masyarakat setempat untuk melakukan pencarian dan evakuasi," ujarnya.

Upaya pencarian di medan pegunungan yang cukup terjal dan sulit dijangkau bukan tanpa tantangan. Namun berkat sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat setempat, titik lokasi pesawat akhirnya berhasil diidentifikasi.

Lokasi jatuhnya pesawat ditemukan pada pukul 13.25 WITA. Tidak lama berselang, pada pukul 14.33 WITA, pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar badan pesawat.

Baca juga: Ikan Mati di Sorong, Sungai Klafdalim dan Klasoh Diduga Tercemar

Setelah proses identifikasi awal di lokasi, jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Pratama Long Bawan untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan di tengah kondisi geografis yang cukup ekstrem.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko penerbangan di wilayah perbatasan dan pegunungan. Kondisi cuaca, medan, serta akses komunikasi menjadi faktor krusial dalam setiap operasi penerbangan di daerah terpencil.

TNI AU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung proses penanganan pascakecelakaan, termasuk membantu kelancaran koordinasi dengan instansi berwenang dalam rangka penyelidikan lebih lanjut.

Penyelidikan atas penyebab jatuhnya pesawat akan dilakukan oleh otoritas terkait guna memastikan faktor teknis maupun nonteknis yang mungkin berkontribusi terhadap insiden tersebut. Sementara itu, seluruh pihak diharapkan tetap menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

JATUHNYA PESAWAT PELITA AIR SERVICE, TNI AU GERAK CEPAT EVAKUASI KORBAN

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!