Rabu, 08 APRIL 2026 • 09:56 WIB

Aksi Damai FRP Timika Mengalir ke DPRK, Suara Penolakan Investasi dan Militerisme Menggema

Author

demonstrasi damai di kawasan Bundaran Petrosea, pada Selasa (7/4/2026)." data-author="papuanewsonline.com" data-credit="papuanewsonline.com" data-source="papuanewsonline.com">Tampak Ratusan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Papua wilayah Timika menggelar aksi demonstrasi damai di kawasan Bundaran Petrosea, pada Selasa (7/4/2026). (papuanewsonline.com)

PAPUA - Ratusan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Papua wilayah Timika menggelar aksi demonstrasi damai pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIT.

Massa mulai berkumpul dan memadati kawasan Bundaran Petrosea yang menjadi titik awal pergerakan aksi.

Di lokasi tersebut, para pengunjuk rasa menyampaikan orasi pembuka yang berisi sejumlah tuntutan penting sebelum bergerak menuju pusat pemerintahan.

Baca juga: Pengamanan ketat iringi aksi demonstrasi di DPRK Mimika, 300 personel gabungan disiagakan

Dengan membawa berbagai atribut seperti spanduk dan pamflet, massa menyuarakan aspirasi mereka secara terbuka.

Tulisan-tulisan yang dibawa mencerminkan kegelisahan terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Isu penolakan terhadap investasi skala besar dan praktik militerisme di Tanah Papua menjadi fokus utama dalam aksi tersebut.

Baca juga: Harmoni Paskah Satukan Mimika Dalam Semangat Kebangkitan dan Toleransi

Setelah melakukan konsolidasi, massa kemudian melanjutkan aksi dengan long march menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika di Jalan Cenderawasih.

Pergerakan massa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan di sepanjang rute yang dilalui.

Setibanya di lokasi, massa langsung menyampaikan aspirasi mereka di hadapan perwakilan legislatif yang hadir.

Baca juga: Pertamina Percepat Distribusi Bright Gas Di Timika, Stok Dipastikan Aman Dan Terkendali

Pengamanan dilakukan secara ketat oleh personel Polres Mimika guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Petugas juga disiagakan untuk memastikan arus lalu lintas di sekitar lokasi tidak mengalami gangguan.

Dalam orasinya, Wakil Koordinator Lapangan, Riman Onawame, menyampaikan kritik terhadap pihak-pihak yang dianggap mengatasnamakan masyarakat Papua.

Ia juga menyoroti peran lembaga legislatif yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Meski diwarnai kritik tajam, aksi demonstrasi tersebut tetap berlangsung damai hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU