Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 23:47 WIB

Pemkab Fakfak Pacu Pertumbuhan Ekonomi Rakyat: Dua Pasar Tradisional Masuk Agenda Pengembangan 2026

Pemkab Fakfak Pacu Pertumbuhan Ekonomi Rakyat: Dua Pasar Tradisional Masuk Agenda Pengembangan 2026Tampak Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., menghadiri peresmian Pasar Rakyat Thumburuni pada Selasa (18/11/2025). (Ist)

Papua - Pemerintah Kabupaten Fakfak terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat, salah satunya melalui pengembangan infrastruktur pasar tradisional. Upaya ini kembali ditegaskan oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., saat meresmikan Pasar Rakyat Thumburuni pada Selasa (18/11/2025).

Dalam acara yang turut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere, Bupati Samaun memaparkan kebutuhan mendesak untuk mengembangkan dua pasar lain yang selama ini menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.

Menurutnya, Pasar Tanjung Wagom dan Pasar Kelapa Dua harus segera direvitalisasi agar mampu menunjang konsentrasi pedagang yang selama ini belum seluruhnya tertampung di Pasar Rakyat Thumburuni, yang baru mulai difungsikan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pemerintah Kampung Nawaripi Salurkan Ribuan Masker ke SMAN 1 Mimika sebagai Langkah Darurat Atasi Dampak Proyek Pembangunan

Bupati menjelaskan bahwa pedagang Pasar Tanjung Wagom sudah sepenuhnya direlokasi ke Pasar Rakyat Thumburuni. Namun, kondisi berbeda terjadi di Pasar Kelapa Dua, di mana masih terdapat sekitar 150 pedagang yang belum bisa dipindahkan akibat keterbatasan kapasitas bangunan baru tersebut.

Pasar Rakyat Thumburuni sendiri memiliki fasilitas yang cukup representatif, meliputi 616 meja batu yang didesain khusus bagi mama-mama pedagang kampung serta lebih dari 200 kios atau los yang tersebar di dua lantai. Selain itu, terdapat pula sekitar 25 unit emperan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil.

Pembangunan pasar tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Proyek ini dimulai pada masa kepemimpinan mantan Bupati Mohammad Uswanas, kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh mantan Bupati Untung Tamsil, hingga akhirnya dapat diselesaikan dan diresmikan pada masa Bupati Samaun Dahlan bersama Wakil Bupati Drs. Donatus Nimbitkendik, M.TP.

Bupati Samaun menyampaikan bahwa kehadiran pasar modern dengan fasilitas memadai adalah investasi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi akar rumput dan memastikan para pedagang mendapatkan ruang usaha yang layak, aman, dan tertata.

Selain mendorong pengembangan dua pasar lainnya, Bupati turut menyoroti pesatnya perkembangan UMKM di Fakfak dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai bahwa berbagai kebijakan pemerintah, seperti pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis, turut membuka ruang bagi masyarakat untuk berani memulai usaha.

Baca juga: Gelombang Protes Masyarakat Adat Tsingwarop Mengguncang Timika, Tuntut Kompensasi 10 Persen dari PTFI

“Saya bangga melihat masyarakat yang kini lebih mandiri. Mereka tidak lagi hanya menunggu bantuan, tetapi mulai bergerak, berjualan, dan memanfaatkan kesempatan ekonomi yang ada,” ujarnya dalam sambutannya.

Ia berharap pengembangan pasar tradisional dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan ekonomi lokal, sekaligus menjadikan Fakfak sebagai daerah yang lebih siap menghadapi transformasi ekonomi ke depan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemkab Fakfak Pacu Pertumbuhan Ekonomi Rakyat: Dua Pasar Tradisional Masuk Agenda Pengembangan 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!