Papua — Pemerintah Kampung Nawaripi mengambil langkah cepat dalam menangani dampak proyek pembangunan di SMA Negeri 1 Mimika yang belakangan dikeluhkan oleh pihak sekolah dan masyarakat. Kondisi proyek yang dinilai tidak tertata baik memicu munculnya debu serta gangguan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.
Pada Senin (17/11/2025), Kepala Kampung Nawaripi, Nurman Ditubun, bersama BUMDes, Karang Taruna, serta Babinpotdirga Lanud YKU, menyalurkan sebanyak 2.000 masker kepada siswa dan guru sebagai bentuk perlindungan langsung dari paparan debu. Bantuan ini diberikan setelah keluhan dari warga sekolah semakin meningkat.
Pembagian masker tersebut menjadi langkah antisipatif pemerintah kampung untuk mengurangi dampak kesehatan dari debu proyek yang terus beterbangan di sekitar lingkungan sekolah. Namun, kondisi lapangan menunjukkan bahwa debu hanyalah salah satu persoalan dari ketidakteraturan proyek yang sedang berjalan.
Nurman Ditubun, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Sekolah, menilai kontraktor pelaksana proyek lalai dalam menjaga keselamatan di area sekolah. Gedung yang dibangun telah mencapai lantai dua, namun pembatasan area kerja tidak dilakukan secara memadai. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi siswa dan guru yang beraktivitas di lokasi tersebut.
Ia menyampaikan rasa kecewa karena kontraktor tidak memasang pagar pembatas yang seharusnya menjadi standar keselamatan pada area konstruksi. Menurutnya, potensi material jatuh yang dapat membahayakan keselamatan anak-anak merupakan ancaman nyata dan tidak boleh diabaikan oleh pihak terkait.
Masalah lain yang muncul adalah banjir yang menggenangi permukiman warga di sekitar sekolah. Banjir tersebut diduga disebabkan oleh sisa material bangunan yang dibuang sembarangan ke saluran drainase, sehingga aliran air tersumbat dan mudah meluap saat hujan turun.
Kondisi drainase yang terganggu semakin diperburuk dengan keberadaan basecamp proyek yang dibangun tepat di atas saluran air. Hal ini membuat pergerakan air tidak lancar dan memicu genangan yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Situasi tersebut semakin menambah panjang daftar persoalan yang memerlukan penanganan serius.
Melihat kondisi tersebut, Nurman meminta Bupati Mimika untuk segera menginstruksikan OPD terkait agar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tiga proyek yang saat ini tengah berlangsung di area SMA Negeri 1 Mimika. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa proyek pembangunan tidak merugikan warga sekolah maupun masyarakat sekitar.
Menurut Nurman, fokus pembangunan seharusnya memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan. Namun, jika pelaksanaannya justru menimbulkan ancaman keselamatan dan ketidaknyamanan, maka evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan demi kepentingan anak-anak yang bersekolah di sana.
Dalam kesempatan itu, Nurman turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mimika atas bantuan 2.000 masker yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan. Ia menilai bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk melindungi siswa dari paparan debu proyek yang sulit dihindari selama proses pembangunan masih berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: