Papua – Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika digelar dengan khidmat di Graha Eme Neme Yauware pada Senin (17/11/2025). Acara ini mendapat perhatian penuh dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, yang menurunkan Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, untuk memimpin langsung jalannya sidang pleno.
Kehadiran Komarudin yang juga anggota DPR RI menegaskan pentingnya konsolidasi internal partai di Mimika, terutama dalam memastikan roda organisasi berjalan sesuai mekanisme dan aturan partai. Sejak awal acara, suasana konfercab berlangsung tertib namun penuh dinamika.
Sejumlah tokoh hadir memeriahkan rangkaian kegiatan, mulai dari Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Ketua DPD PDIP Papua Tengah Yuni Wonda, Sekretaris DPD Mathias Refra, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Ketua DPC PDIP Mimika Yohanes Felix Helyanan, hingga para kader dari berbagai tingkatan.
Pembukaan konfercab ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama-sama, menandai dimulainya sidang yang akan menentukan arah kepemimpinan DPC PDIP Mimika lima tahun ke depan. Tradisi tersebut menambah semarak suasana dan menyatukan semangat peserta konferensi.
Rangkaian sidang berlangsung dalam tiga kali sidang pleno dan satu kali pembahasan komisi. Proses ini memastikan setiap tahapan berjalan transparan dan sesuai tata organisasi. Setelah melewati seluruh mekanisme, surat keputusan resmi akhirnya dibacakan oleh Sekretaris DPD PDIP Papua Tengah, Mathias Refra.
Dalam keputusan tersebut, DPP PDI Perjuangan menetapkan Adrian Andhika Thie sebagai Ketua DPC PDIP Mimika periode 2025–2030. Penetapan ini disaksikan langsung oleh pimpinan sidang dan para tokoh yang hadir dalam konfercab.
Komarudin Watubun dalam arahannya menegaskan kembali pentingnya pengkaderan di dalam tubuh PDI Perjuangan. Ia mengingatkan bahwa partai bukan sekadar tempat berkumpulnya orang-orang, melainkan organisasi politik yang memiliki sistem dan mekanisme kaderisasi yang jelas.
Menurutnya, organisasi politik sejati dibangun melalui proses pembinaan kader, bukan dengan memilih tokoh secara sembarangan. “Kita harus bisa membedakan gerombolan politik dengan organisasi politik. Dalam organisasi politik ada pengkaderan dan kaderisasi, bukan main comot-comot sana sini,” tegas Komarudin.
Pesan tersebut ditujukan agar seluruh kader memahami pentingnya struktur dan proses internal sebagai fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat menjaga konsistensi tersebut demi kemajuan partai di Mimika.
Dengan selesainya konfercab ini, PDIP Mimika memasuki babak baru kepemimpinan yang diharapkan mampu memperkuat konsolidasi, merangkul kader, dan menjalankan amanah partai sesuai visi dan arahan DPP. Penetapan Adrian Andhika Thie menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi menuju periode 2025–2030.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: