Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 12:58 WIB

Jejak Sejarah Panjang Kota Jayapura

Jejak Sejarah Panjang Kota JayapuraTampak Jembatan Merah Kota Jayapura yang membentang megah di atas perairan Teluk Yos Sudarso (Park side hotels)

PAPUA - Kota Jayapura telah lama bersentuhan dengan dunia luar, bahkan jauh sebelum masa kolonial Belanda, ketika para pelaut Eropa mulai menjelajahi samudra dan singgah di pesisir utara Tanah Papua sebagai bagian dari ekspedisi lintas benua.

Sejarah mencatat, pelaut Spanyol bernama Ynico Ortis de Fretes menjadi salah satu tokoh penting dalam pelayaran samudra pada 16 Mei 1545 saat berlayar dari Tidore menuju Meksiko dengan kapal San Juan dan mencapai muara Sungai Mamberamo pada 16 Juni 1545, kemudian menamai wilayah Papua sebagai Nova Guinea.

Kedatangan Ortis de Fretes disusul sejumlah penjelajah lainnya, seperti Alvaro Mendana de Neyra pada 1567 serta Antonio de Marcha pada rentang 1591 hingga 1593, menandai adanya kontak awal bangsa Eropa dengan masyarakat lokal Jayapura dan sekitarnya.

Kontak-kontak tersebut membuka lembaran baru dalam dinamika sosial dan budaya masyarakat pesisir, sekaligus menempatkan Jayapura sebagai wilayah strategis dalam jalur pelayaran dan perdagangan dunia.

Baca juga: Penikaman Sorong: Pelaku Sempat Melawan, Tim Gabungan Polisi Bergerak Cepat Ringkus YT

Memasuki awal abad ke-20, Pemerintah Hindia Belanda memperkuat kehadirannya melalui keputusan Gubernur Hindia Belanda Nomor 4 tanggal 28 Agustus 1909 dengan menurunkan satu detasemen militer di wilayah ini di bawah komando Kapten Infanteri F.J.P. Sachse.

Pada 28 September 1909, kapal Edi mendarat membawa pasukan yang kemudian membangun kamp pertama dengan menebang puluhan pohon kelapa disertai pembayaran ganti rugi kepada masyarakat pemilik lahan, menandai awal pendirian permukiman permanen.

Tanggal 7 Maret 1910 menjadi tonggak sejarah penting, saat upacara pengibaran bendera dilakukan dalam suasana hujan dan cuaca buruk, namun sarat semangat, sekaligus menetapkan berdirinya Hollandia sebagai cikal bakal Kota Jayapura.

Nama Hollandia diambil dari istilah yang berarti tanah yang melengkung atau berteluk, sesuai kondisi geografis kawasan Teluk Yos Sudarso, dan kemudian mengalami beberapa kali perubahan nama menjadi Kotabaru, Sukarnopura, hingga akhirnya dikenal sebagai Jayapura.

Perkembangan administratif terus berlangsung hingga pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1979 meresmikan Jayapura sebagai Kota Administratif pada 14 September 1979, yang sekaligus menjadi kota administratif pertama di Irian Jaya.

Tongkat kepemimpinan kemudian dipegang oleh berbagai tokoh penting, mulai dari Flores Imbiri hingga Michael Manufandu, yang membawa Jayapura memasuki fase pembangunan awal sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik.

Baca juga: Biak-Numfor: Sejarah Nama dan Jejak Panjang Peradaban

Transformasi signifikan terjadi pada 1993 saat Jayapura resmi berubah status menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II, membuka babak baru dalam sistem pemerintahan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan lembaga legislatif dan eksekutif daerah.

Seiring waktu, Jayapura terus berkembang di bawah kepemimpinan sejumlah wali kota, termasuk Drs. M.R. Kambu dan kemudian Benhur Tomi Mano, yang menjadi putra asli Port Numbay pertama yang memimpin tanah kelahirannya sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jejak Sejarah Panjang Kota Jayapura

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!