PAPUA – Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, SH, menegaskan bahwa pembangunan klenteng pertama di Papua menjadi simbol nyata toleransi, keberagaman, dan semangat kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Jayapura.
Hal tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Klenteng Dharma Agung Sakti di kawasan Rumah Budaya, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (19/10/2025), yang menjadi tonggak penting bagi umat Buddha di Tanah Papua.
Pembangunan klenteng ini diharapkan menjadi simbol keharmonisan sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan keyakinan, budaya, dan latar belakang masyarakat.
Menurut Haris Richard Yocku, kehadiran rumah ibadah baru tersebut mempertegas posisi Kabupaten Jayapura sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan kehidupan beragama yang rukun.
Baca juga: Harmoni Keberagaman Menjadi Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek di Biak Numfor
Ia menilai pembangunan klenteng sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam membangun masyarakat yang inklusif, berkeadilan, dan saling menghormati.
Dalam kepemimpinan Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH, MH, bersama dirinya sebagai wakil bupati, pembangunan klenteng ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi sosial dan spiritual masyarakat.
Kehadiran klenteng pertama di Papua ini juga dipandang sebagai anugerah besar bagi daerah, karena tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang spiritual yang mendoakan kedamaian, kemajuan, dan kesejahteraan Kabupaten Jayapura.
Lebih jauh, Yocku menyebut bahwa nilai-nilai budaya Tionghoa yang melekat dalam pembangunan klenteng dapat menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat lokal, khususnya dalam melestarikan tradisi, etika, dan peradaban.
Ia berharap masyarakat Papua dapat mengambil inspirasi dari ketekunan komunitas Tionghoa dalam menjaga warisan budaya selama ribuan tahun, sekaligus memperkuat komitmen melestarikan budaya asli Papua.
Baca juga: Perayaan Imlek 2026 di Jayapura, Ratusan Lampion Hiasi Vihara Arya Dharma
Apresiasi juga disampaikan kepada umat Buddha di Kabupaten Jayapura yang selama ini dinilai konsisten menjaga ketertiban beribadah, menjunjung tinggi toleransi, serta membangun komunikasi harmonis dengan pemerintah dan masyarakat luas.
Haris Richard Yocku menegaskan bahwa Kabupaten Jayapura harus terus menjadi zona integritas kedamaian, tempat seluruh warga dapat hidup berdampingan tanpa rasa takut, diskriminasi, maupun prasangka.
Semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, menurutnya, harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga solidaritas sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi