Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 20:26 WIB

Pembangunan Kelenteng Pertama di Tanah Papua Resmi Dimulai di Jayapura

Pembangunan Kelenteng Pertama di Tanah Papua Resmi Dimulai di JayapuraKepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, bersama Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, saat melakukan kunjungan ke Vihara Cycloop Dhammajaya Sentani usai peletakan batu pertama (Ist)

PAPUA – Pembangunan kelenteng pertama di Provinsi Papua resmi dimulai dengan ditandai peletakan batu pertama Kelenteng Dharma Agung Sakti di halaman Vihara Cycloop Dhammajaya Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (19/10/2025).

Momentum bersejarah tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, bersama Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, sebagai wujud nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan kehidupan beragama di Tanah Papua.

Peletakan batu pertama ini menjadi tonggak penting bagi umat Buddha di Papua, sekaligus menandai dimulainya pembangunan sarana ibadah yang selama ini belum pernah ada di wilayah tersebut.

Kakanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong agar pembangunan Kelenteng Dharma Agung Sakti memperoleh perhatian khusus dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI.

Baca juga: Pembangunan Klenteng Pertama di Jayapura Jadi Simbol Kerukunan dan Keberagaman

Melalui Pembimas Buddha, pihaknya akan mengupayakan agar proyek pembangunan kelenteng tersebut dapat masuk dalam prioritas penganggaran tahun 2026, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Ia menegaskan, kehadiran kelenteng pertama di Papua tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kuat toleransi, kerukunan, dan persaudaraan antarumat beragama.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembangunan kelenteng, serta menekankan pentingnya perlakuan setara bagi seluruh pemeluk agama di Kabupaten Jayapura.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah keberagaman yang ada.

Baca juga: Harmoni Keberagaman Menjadi Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek di Biak Numfor

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa seluruh umat beragama, termasuk umat Buddha, diterima dan dihargai di Kabupaten Jayapura, serta diharapkan dapat hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat asli Papua.

Dalam suasana penuh kehangatan, Bhante Wongsin Labhiko Mahathera, Ketua Dhammaduta Thailand untuk Indonesia, mengungkapkan rasa kedekatannya dengan Papua yang selalu membuatnya merasa seperti berada di rumah sendiri.

Ia menilai kedamaian, keterbukaan, dan keramahan masyarakat Papua menjadi modal utama dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di daerah tersebut.

Bhante berharap nilai-nilai kerukunan yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai fondasi persatuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pembangunan Kelenteng Pertama di Tanah Papua Resmi Dimulai di Jayapura

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!