PAPUA - Bahasa Moni merupakan salah satu bahasa daerah di Papua Tengah yang masih digunakan secara aktif oleh masyarakat Suku Moni atau Migani yang mendiami wilayah pegunungan tengah.
Bahasa ini diperkirakan dituturkan oleh sekitar 20.000 orang yang tersebar di Kabupaten Intan Jaya dan sebagian wilayah Kabupaten Paniai.
Masyarakat setempat memiliki identitas kuat terhadap bahasa mereka, bahkan menyebut diri sebagai Miga Mene yang berarti orang Migani.
Dalam keseharian, bahasa Moni tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi simbol jati diri dan warisan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Baca juga: Pesona Panjat Tebing Papua Dari Carstensz Pyramid Hingga Arena Sport Climbing
Wilayah persebaran bahasa ini mencakup sejumlah daerah seperti Dogandoga, Kemandoga, Mbiandoga, hingga Weandoga yang berada di kawasan pegunungan Papua Tengah.
Selain dikenal sebagai bahasa Moni, bahasa ini juga memiliki sebutan lain seperti Migani, Megani, atau Djonggunu yang digunakan dalam konteks berbeda oleh masyarakat setempat.
Dalam kajian linguistik, bahasa Moni termasuk ke dalam rumpun bahasa Trans-New Guinea yang merupakan salah satu kelompok bahasa terbesar di Papua.
Bahasa ini juga memiliki variasi dialek yang cukup beragam, salah satunya adalah Moni-Kegouda yang memiliki perbedaan signifikan dibandingkan bahasa di sekitarnya seperti Ekari atau Wolani.
Baca juga: Wajib Catat! Ini Daftar Nomor Darurat Papua Lengkap Untuk Kondisi Gawat Darurat
Perbedaan dialek tersebut menunjukkan kekayaan linguistik yang dimiliki masyarakat Papua, khususnya di wilayah pegunungan yang memiliki kondisi geografis beragam.
Penggunaan bahasa Moni masih sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam interaksi sosial, kegiatan adat, maupun dalam berbagai kegiatan pelayanan masyarakat.
Bahasa ini bahkan dimanfaatkan dalam penyuluhan kesehatan serta kegiatan keagamaan untuk mempermudah komunikasi dengan masyarakat lokal.
Baca juga: Pelaku Kekerasan Seksual Anak Ditangkap, Polisi Dalami Kasus dan Kumpulkan Bukti Tambahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: